Palembang, Sumselupdate.com — AIESEC in Universitas Sriwijaya sukses menyelenggarakan Global Village Winter Peak 2025, sebuah kegiatan lintas budaya yang menghadirkan ruang pembelajaran dan pertukaran perspektif global bagi pemuda Sumatra Selatan.
Acara ini mempertemukan peserta dengan Exchange Participants dari program incoming Global Volunteer untuk saling mengenal budaya, nilai, serta pengalaman lintas negara.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Putri Kembang Dadar, Dinas Pendidikan Kota Palembang, dan dihadiri oleh 124 peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi Open Gate dan Registrasi yang dimulai pada pukul 12.00 WIB. Pada sesi ini, peserta disambut dengan kehadiran berbagai Interactive Booth yang dioperasikan oleh partner acara. Melalui booth-booth tersebut, peserta dapat berinteraksi langsung dengan para partner, mengenal berbagai produk, serta mengikuti aktivitas menarik yang menambah pengalaman selama acara berlangsung.
Acara resmi dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan Exchange Participants Parade sebagai sesi pembuka. Dalam sesi ini, para Exchange Participants dipanggil satu per satu ke atas panggung dengan membawa lambang negara masing-masing. Mereka turut berbagi cerita, serta pengalaman selama menjalani kegiatan volunteering di Palembang, termasuk interaksi dengan masyarakat lokal dan pembelajaran budaya yang diperoleh selama program berlangsung.
Usai parade tersebut, peserta disuguhkan dengan penampilan Tari Tanggai, tarian tradisional khas Sumatra Selatan yang melambangkan penyambutan dan keramahan masyarakat Palembang. Penampilan ini menjadi pengantar budaya lokal sekaligus memperkuat makna pertukaran budaya yang diusung dalam Global Village Winter Peak 2025.
Setelah penampilan Tari Tanggai, peserta kemudian memasuki sesi Live Countries Booth dan Interactive Booth. Pada sesi tersebut, peserta dapat berinteraksi secara langsung dengan para Exchange Participants yang menjaga booth negara Vietnam, Sri Lanka, dan Thailand. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai budaya, kehidupan sosial, serta pengalaman volunteering dari sudut pandang para Exchange Participants.
Selain itu, peserta juga dapat merasakan berbagai aktivitas menarik melalui Interactive Booth yang dihadirkan oleh partner acara, yaitu Youi.ideas, PT Kino, dan Teras Perintis. Kehadiran booth partner ini menambah nuansa interaktif dan kolaboratif, sekaligus memperkaya pengalaman peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan Global Village Winter Peak 2025.
Menjelang akhir acara, peserta kembali diajak menikmati keberagaman budaya melalui penampilan pembawaan lagu nasional dari masing-masing negara asal Exchange Participants. Penampilan ini dibawakan oleh Exchange Participants asal Sri Lanka, Apurwa dan Tharani, serta Katie dari Vietnam. Sesi ini menjadi penutup budaya yang hangat dan emosional, sekaligus memperkuat pesan persatuan dalam keberagaman.
Acara kemudian resmi ditutup pada pukul 17.00 WIB melalui sesi Workshop Dream Lantern. Dalam sesi ini, para peserta diajak untuk menuangkan kesan, pesan, serta pembelajaran yang mereka peroleh selama mengikuti Global Village Winter Peak 2025 melalui sticky notes yang ditempelkan pada lentera. Sesi ini dilengkapi dengan dokumentasi bersama seluruh peserta yang menjadi simbol refleksi, harapan, dan pengalaman lintas budaya yang membekas.
Sejalan dengan hal tersebut, Dhafin Rizky Trisandy, selaku Organizing Committee President Global Village Winter Peak 2025, menyampaikan harapannya terhadap penyelenggaraan acara ini.
“Melalui Global Village Winter Peak 2025, kami berharap para peserta tidak hanya mengenal budaya dari berbagai negara, tetapi juga membangun empati, keterbukaan, dan pemahaman global yang dapat mereka bawa ke kehidupan sehari-hari. Kami ingin pengalaman ini menjadi momen pembelajaran lintas budaya yang nyata dan membekas.”
Salah satu peserta, Misrina Fayyaza, turut membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan ini. “Selama mengikuti Global Village, saya merasa mendapatkan banyak insight baru, terutama tentang budaya Vietnam, Sri Lanka, dan Thailand. Acaranya juga seru dan interaktif, jadi suasananya terasa hidup. Selain itu, saya berkesempatan berkenalan dengan teman-teman baru dan sekaligus mengenal AIESEC lebih jauh, terutama tentang program dan dampak yang mereka bawa untuk anak muda,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, AIESEC in Unsri menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang inklusif, relevan, dan berdampak positif bagi generasi muda di tengah dunia yang semakin terhubung. (**)











