DPRD OKI Kecam Aksi Pemalakan di Kecamatan Pangkalan Lampam dan Tulung Selapan

Minggu, 28 Agustus 2016
Anggota DPRD OKI, Abdiyanto Fikri, SH

Kayuagung, Sumselupdate.com – Aksi dugaan pemalakan di ruas jalan perbatasan Desa Air Rumbai dan perbatasan Desa Rambai, Kecamatan Pangkalan Lampam  serta  perbatasan Desa Riding dan Desa Jerambah Rengas Kecamatan Tulung Selapan, membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terusik.

Adalah Abdiyanto Fikri, SH, anggota DPRD OKI dari Dapil III Tulung Selapan, Cengal, dan Pangkalan Lampam yang mengecam keras aksi premanisme tersebut.

Read More

Menurut Abdiyanto, aksi premanisme ini harus diambil tindakan serius aparat, menyusul banyaknya keluhan masyarakat lantaran harus mengeluarkan sejumlah uang ketika melintasi jalan di empat desa tersebut.

Menurut Abdiyanto, hal ini sudah berlangsung lama bahkan para pelaku mendirikan posko keamanan seakan-akan legal.

“Kita berharap pemerintah desa setempat bisa melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian kalau memang tujuannya baik harus dibina akan tetapi kalau memang sudah meresahkan masyarakat apalagi ada unsur pemaksaan ya harus dibinasakan,” ujarnya.

Abdiyanto mengatakan, berdasarkan penuturan warga, aksi dugaan pemalakan ini berdalih untuk melindungi dan memberikan keamanan kepada masyarakat dari aksi begal.

Di mana para pelaku mendirikan pos keamanan di setiap perbatasan desa. Setiap pos dihuni oleh tiga sampai enam orang.

Dengan latar belakang itu, Abdiyanto mengemukakan, di satu sisi alasan itu cukup baik, karena di daerah itu sering terjadi pembegalan.

Namun di sisi lain sudah meresahkan apalagi meminta sejumlah uang bahkan sampai Rp50 ribu setiap pengendara yang lewat.

“Seharusnya jangan ada unsur pemaksaan berapa pun orang mau ngasih ya diterima jangan mematok harga Rp50 ribu. ‘Kan kasihan masyarakat setiap lewat harus bayar,”cetusnya.

Terkait permasalahan ini kata Abdianto, dirinya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak kepolisian setempat guna menindaklanjuti aksi pemalakan itu jangan sampai masyarakat merasa resah.

“Yang kita khawatirkan ini terjadi pembegalan gaya baru,” jelasnya. (ril)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts