Sekayu, Sumselupdate.com – Polemik tentang wacana penutupan Perguruan Tinggi Poltek Sekayu dan Akademi Keperawatan ditanggapi oleh anggota DPRD Musi Banyuasin saat akhir sidang Paripurna.
“Saya mendengar poltek dan akper ditutup, tetapi BUMD disupport,” Papar A Rahman Senen dalam intrupsinya pada Rapat Paripurna Masa Persidangan II Rapat ke-16 dalam Rangka Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Kabupaten Muba, Senin (1/7/2019).
Dijelaskan Politisi Partai Hanura ini bahwa apa tidak ada jalan lain, karena waktu itu untuk mendirikan sangat sulit, kalau tidak bisa melalui APBD bisa melalui vertikal lain.
Saya berharap anak- anak dimuba untuk memiliki beberapa pilihan. Saya tidak sependapat kalau poltek ditutup. coba kita lihat Poltek untuk berdiri sendiri. Nanti kita lihat hasilnya.
Lebih lanjut dipaparkan Rahman bahwa masyarakat muba belum cukup mampu untuk meraih pendidikan keluar. Oleh karena itu, Poltek Terlanjur kita dirikan dengan susah payah, dari awal kita cegah. Berilah kesempatan Poltek untuk berdiri sendiri.
Sisi lain dijelaskan bahwa di Muba ada permasalahan yakni tentang pendidikan yang mana ada dua SMA sekolah tidak layak untuk SMA 1 Sekayu tidak terakreditasi, SMA 2 Batang Hari Leko.
Hal tersebut diketahui karena merupakan Hasil dari koordinasi dengan Provinsi yang mengatakan tidak layak untuk belajar disana, ujar A Rahman Senen. (est)











