DPR Kritisi Sikap Pemerintah Terkesan Pasrah di Tengah Inflasi Pangan yang Semakin Tinggi

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Gerindra, Kamrussamad.

Jakarta, Sumselupdate.com – Anggota Komisi XI DPR Fraksi Gerindra, Kamrussamad, menyoroti sikap Pemerintah, khususnya Kementrian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) yang terkesan pasrah menghadapi kian tingginya angka inflasi pangan  melanda Indonesia.

Dikatakan, inflasi pangan atau volatile food Indonesia pada Juli 2022 telah menembus angka 11,47 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka itu jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 10,07 persen (yoy).

Sama halnya inflasi pangan secara month to month (mtm) di Juli 2022 menunjukkan penurunan menjadi 1,41 persen dari inflasi pada bulan sebelumnya yang 2,51 persen (mtm).

“Namun demikian,  belum ada tindakan apa-apa. Bahkan Menteri Keuangan pasrah, bilang bahwa inflasi dari kelompok bahan makanan ini, tidak bisa diatur oleh pemerintah,” ujar Kamrussamad kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Dikatakan, seharusnya inflasi pangan tidak boleh lebih dari angka 5-6 persen. Untuk itu Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur BI, Perry Warjiyo diminta  mengambil tindakan nyata atas lonjakan inflasi pangan tersebut.

Dia menambahkan, kebutuhan untuk pangan umumnya mencapai 20 persen dari komposisi pengeluaran masyarakat. Namun bagi masyarakat miskin, bisa 50-60 persen dari komposisi pengeluaran.

“Inflasi pangan itu adalah masalah perut, masalah rakyat, dan itu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” tegas Kamrussamad.

Jika inflasi pangan  dibiarkan melambung, kata dia, daya beli dan kesejahteraan masyarakat akan semakin tergerus. Pemerintah dan BI diharapkan mengambil tindakan tidak hanya fiskal, namun juga moneter.

“Operasi pasar oleh pemerintah daerah yang disarankan BI, hanya akan menggerus keuangan daerah dan tidak akan menyelesaikan problem nasional,” jelas Kamrussamad.

Padahal, kata dia, fokus dari inflasi pangan saat ini adalah skala global, yang bisa diatasi dengan kebijakan tidak hanya fiskal tapi juga moneter. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.