Dituding Salah Tembak, Mobil Operasional Milik Polisi Dirusak Warga

Kamis, 9 Maret 2017
Mobil operasional Polres Empat Lawang dirusak massa di Desa Suka Kaya, kecamatan Saling, Rabu (8/3) malam.

Tebing Tinggi, Sumselupdate.com – Dua unit mobil yang digunakan delapan anggota Satuan Reskrim Polres Empat Lawang melakukan penggerebekkan terduga bandar togel dirusak ratusan warga Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling, Rabu (8/3) malam.

Hal ini dipicu oleh tidak terimanya warga setelah polisi menembak terduga pelaku yang diketahui berinisial PK (26) di bagian paha kiri luar, karena menurut warga yang ditembak tersebut bukanlah bandar judi togel.

Read More

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula saat penggerebekan yang dilakukan petugas terkait adanya dugaan kegiatan judi togel di Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang.

Saat melakukan penggerebekan di lokasi kejadian, polisi mengeluarkan tembakan untuk membubarkan kerumunan masyarakat yang sedang duduk-duduk berkumpul.

Tidak begitu jelas bagaimana kejadian pastinya, tiba-tiba ada seorang warga tertembak oleh salah seorang anggota polisi yang sedang melakukan penggerebekan tersebut.

Melihat ada salah seorang warga yang terkena tembakan, warga yang lain terprovokasi menyerang. Polisi yang mulai terdesak, terpaksa menyelamatkan diri dan meninggalkan dua unit kendaraan yang digunakan dalam penggerebekan tersebut.

Melihat polisi sudah lari meninggalkan kendaraan yang belakangan diketahui adalah kendaraan pinjam pakai pihak Polres Empat Lawang dengan Pemkab Empat Lawang, kemarahan warga pun ditumpuhkanlah ke kendaraan tersebut.

Alhasil, dua kendaraan tersebut menjadi pelampiasan emosi warga yang sudah tersulut. Namun belakangan polisi membantah jika pihaknya salah tembak saat melakukan penangkapan, karena menurut polisi yang bersangkutan merupakan tersangka yang akan ditangkap.

Kapolres Empat Lawang AKBP Bayu Dewantoro saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya membantah jika anggotanya salah tembak, sebab warga yang ditembak adalah tersangka yang akan ditangkap terkait kegiatan judi togel dan kepemilikan narkoba.

“Kalau salah tembak, mengapa ada barang bukti? Kami berhasil amankan barang bukti uang judi sebesar Rp700 ribu, satu paket kecil shabu dan pisau yang dipakai untuk menyerang,” ujar Bayu saat di konfirmasi, Kamis (9/3/2017).

Menurut Bayu, setelah mendapat informasi pengerusakan dua unit mobil yang digunakan anggota dalam penggerebakan tersebut, ia sendiri bersama Kasat Intel langsung berkoordinasi dengan Camat Saling dan Kades Suka Kaya untuk menetralisir keadaan.

Ditengah warga Desa Suka Kaya, menurut Bayu ia sudah menyampaikan, jika akan mengusut tuntas adanya insiden ini dengan memproses anggota yang melakukan penembakan, apakah sudah sesuai prosedur atau sebaliknya.

“Terhadap yang luka, pengobatan dibebankan ke kepolisian. Saya juga sesalkan kejadian pengerusakan kendaraan ini. Alhamdulillah, setelah kita datangi, situasi dapat kondusif,” ucapnya.

Disisi lain, Kepala Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling, Hernain Zakaria menyayangkan kejadian tersebut, baik itu yang dilakukan warga maupun pihak Kepolisian, namun pihaknya tetap mendukung penegakkan hukum yang berlaku.

“Warga kami sudah sepakat mematuhi hukum, namun yang terjadi semalam sudah di luar kontrol, tentu hal itu ada penyebabnya, karena warga menilai polisi sudah salah,” ucapnya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, seharusnya polisi berkoordinasi sehingga warga bisa dikendalikan saat polisi ingin bertindak. “Setahu saya anak itu (terduga pelaku) tidak banyak ulah, bahkan kami siap membuktikan kalau ia tidak terlibat menjadi bandar togel atau memiliki narkoba,” ucapnya.

Dia tidak terima jika warganya dituduh seperti itu, bahkan pihaknya menjamin warganya jauh dari barang-barang haram seperti narkoba. “Dari 1960 desa saya ini aman, dari bapak saya jadi Kades dulu tidak pernah ada keributan seperti ini,” tuturnya.

Menurut Hernain, PK saat itu tengah membesuk orang sakit sehingga sangat tidak mungkin jika tengah bertransaksi seperti yang diinformasikan. “Saya menyayangkan informasi dari informan polisi yang tidak akurat,” katanya.

Meski demikian, Ia menegaskan pihaknya tidak akan melindungi warganya jika memang terbukti bersalah. “Kita sangat taat hukum, situasi saat ini juga sudah kondusif,” tandasnya. (kms)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts