Baturaja, Sumselupdate.com – Di beberapa titik kondisi Jalan Lintas Baturaja-Muaradua terlihat masih berlubang. Bahkan ada titik yang dianggap rawan longsor sehingga membahayakan pengendara yang melintas.
Serta kondisi tersebut semakin diperparah dengan adanya tumpukan tanah di bahu jalan di Desa Penyandingan, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Pantauan dilapangan, Kamis (9/11/2017), tumpukan tanah itu mencapai 30 meter lebih di sisi kiri bahu jalan jika melintas dari arah Muaradua. Hal ini tentu sangat menyulitkan pengendara yang berlintasan dari kedua arah.
Kendaraan khususnya roda empat harus bergantian saat melintas di bahu tersebut, jika tidak akan bertabrakan.
Mimin Jakfar, salah satu tokoh pemuda di Kecamatan Lengkiti yang kerap melintasi di daerah itu mengaku sangat terganggu adanya tumpukan sampah tersebut. Menurutnya tumpukan sampah itu sudah lama dibiarkan oleh pemborong pengerjaan siring dan bronjong jembatan desa tersebut oleh pihak provinsi.
“Tolong lah dibersihkan tanah sisa penggalian borongan karena mengganggu lalulintas, pekerjaan selesai tapi jangan pengguna jalan jadi korban, kami juga bayar pajak,” ucap Mimin, saat ditanya wartawan di sekitaran lokasi.
Diungkapkannya, setelah cukup lama dibiarkan tenyata pijat pemborong tidak ada itikad baik untuk membersihkan sisa kerjaan yang bukan hanya mengganggu pengendara tapi keindahan pun terganggu.
“Pemborong dapat hasil pengguna jalan dapat ketidaknyamanan, kami ini bayar pajak lewat jalan itu, tolong di perhatikan, waktu pengerjaan pake alat berat kok sisa tanahnya tidak dibuang,” kesal Mimin.
Sementara itu pihak terkait Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) sejauh ini belum bisa dikonfirmasi. (wid)











