Ditanya Soal Minimnya Tenaga Dokter, Kadinkes OKU Pentingkan Soal Pemberantasan Penyakit

Selasa, 19 September 2017
Kadinkes OKU Suharmasto

Baturaja, Sumselupdate.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, Suharmasto mengaku lebih mementingkan pemberantasan penyakit akibat pergantian cuaca atau musim (pancaroba) ketimbang menangani persoalan masih minimnya tenaga dokter atau pun dokter spesialis.

Terkait pergantian musim atau cuaca ini Dinkes OKU telah mensiagakan petugas kesehatan di tiap puskesmas untuk menyampaikan himbauan kepada Masyarakat Kabupaten OKU agar mewaspadai penyakit yang berpotensi terjadi di musim pancaroba menyusul d ipengujung tahun ini yang diperkirakan akam memasuki musim penghujan.

Read More

“Saya saat ini lebih fokus kepada soal ancaman serangan penyakit pasca pergantian musik termasuk soal kebersihan air dan sanitasi lingkungan. Karena persoalan ini sangat vital,” ujar Suharmasto SKM MEpid, saat ditanya wartawan terkait masih kurangnya jumlah petugas tenaga medis dokter anak di RSUD Baturaja belum lama ini di kantor nya.

Sebab menurut Suharmasto, akibat musim kemarau saat ini, masyarakat termasuk anak dan balita sangat direntankan akan ancaman serangan penyakit seperti diare, ispa, hingga flu dan demam. Sebaliknya saat pergantian musim kepenghujan, ancaman serangan penyakit seperti malaria hingga DBD yang harus diwaspadai masyarkat.

“Alhamdulillah sampai saat ini kami belum menerima adanya laporan mengenai korban yang serius apalagi sampai meninggal akibat penyakit tersebut. Ini karena tidak terlepas dari kerja keras petugas kami di uptd dan puskesmas yang selalu mengingatkan dan menghimbau masyarakat untuk berperilaku hidup sehat salah satunya yakni saat ini masyarakat kita himbau tidak menggunakam air sungai untuk konsumsi masak dan minum kecuali hanya umtuk mandi atau mencuci,” papar pria berkacamata yang akrab disapa Mas Masto ini.

Larangan untuk mengkonsumsi air sungai untuk keperluan memasak dan minum tambah Masto dikarenakan saat musim kemarau tingkat debit air lebih menurun dan berdampak akan banyaknya bibit kuman atau penyakit yang muncul dan naik kepermukaan. Termasuk kualitas air sungai yang kontor dan keruh sehingga rentan dan bahaya jika dikonsumsi manusia. (Wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts