Muratara, Sumselupdate.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Rawas (Mura) belum bisa memberangkatkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sendiri. Penyaluran TKI hanya bisa dilakukan melalui Provinsi Sumsel Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).
Kadisnakertrana Mura, Burdani Akil menjelaskan secara keseluruhan TKI asal Muratara hanya di Malaysia yakni sebanyak empat orang, yakni dua laki-laki dan dua perempuan.
Lanjutnya, satu orang bersal dari Kecamatan Nibung pengirimanya melalui Jawa Tengah, dari Dusun IV, Kelurahan Surulangun pengiriman melalui Batam.
Serta dari Desa Tanjung Beringin Rupit, Kecamatan Rupit pengiriman dilakukan dari Palembang dan Desa Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu pengiriman dari Banten. “Total ada empat orang, hanya satu orang pengirimanya melalui Palembang,” ujarnya. Jumat (17/3/2017).
Ia menjelaskan, data ini berdasarkan dari Provinsi, akan tetapi pihaknya selalu memantau mengenai keberadaan para TKI dari Muratara bekerja sama dengan PJTKI. Serta sebelum dikirim mereka harus memenuhi syarat dan mengikuti tahapan seleksi serta menandatangani surat perjanjian.
“Setelah mereka lulus secara aministrasi dan juga menempatan kerja sudah jelas, maka para TKI tersebut baru akan diberangkatkan oleh PJTKI,” jelasnya.
Terkait Kondisi TKI saat ini, Burdani mengatakan hingga sejauh ini, bekum ada laporan mengenai permasalahan para TKI dan bisa dikatakan masih aman-aman saja. Meskipun demikian, ia mengimbau seluruh TKI harus bekerja maksimal dan jika ada permasalah secepatnya memberitahu agar bisa diproses.
“Memang belum ada laporan permasalahan para TKI, namun kita tetap mengimbau supaya mereka bekerja maksimal dan jika ada permasalahan segera melapor,”imbuhnya.
Ia menambahkan, kalau untuk pekerjaan para TKI, ada yang menjadi tenaga kerja perkebunan dan juga ada yang menjadi pembantu rumah tangga.
Ketika disingung mengenai perkejaan para TKI? Burdani menuturkan, memang pekerjaan itu bisa dilakukan di Muratara, akan tetapi kemungkinan upah yang didapat akan lebih besar, makanya para TKI bertahan dinegeri orang.
“Karena upah mereka itu lebih besar dibanding dengan pendapatan di Muratara, makanya mereka sanggup menjadi TKI dengan pekerjaan seperti itu,” tandasnya. (ain)











