Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri-sendiri dalam rangka mengatasi tingginya harga daging, baik daging sapi maupun daging ayam serta sejumlah harga kebutuhan pokok yang beredar di pasar masyarakat pada bulan suci Ramadhan 1437 Hijriah saat ini.
Kepala Dinas Peternakan Sumatera Selatan (Sumsel) DR Ir Amruzi Minha, MS, Kamis (9/6) siang di sela-sela mendampingi Menteri Pertanian mengatakan, selain akan melakukan koordinasi, pihaknya juga akan melakukan binaan terhadadap sejumlah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) agar menjalankan fungsinya secara baik.
Ia juga menyampaikan, sangat mendukung program pemerintah pusat yang berupaya agar harga daging bisa terkendali,
Disnak juga memberikan informasi mengenai cara mengelola pemotongan dengan baik dan sehat serta mendorong agar RPH bisa menjalankan funsinya secara maksimal di tengah permintaan daging sangat tinggi.
“Intinya sesuai fungsi kami akan membantu upaya pemerintah menstabilkan harga daging, dan tentu bekerja sama dengan instansi terkait, karena upaya ini tidak bisa dikerjakan oleh satu pihak saja harus ada koneksi dengan pihak lain termasuk pengusaha,” katanya.
Lebih lanjut ia menegaskan agar harga tetap terkendali, kalangan pengusaha juga tidak boleh berlebihan mengambil untung disaat kebutuhan daging terus meningkat terutama pada pada bulan Ramadhan.
Selain itu, masyarakat diharapkan tidak ketergantungan dengan daging sapi, bisa saja beralih ke yang lainnya, seperti ikan, agar harga tidak ikut naik karena permintaan meningkat.
“Kami tetap memantau agar daging yang diolah bersih serta dengan cara yang halal sebelum daging di pasarkan, dan selanjutnya daya beli masyarakat, juga harus jadi perhatian pengusaha jangan sehingga harga bisa terjangkau,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Permana. Dia mengatakan, mengatasi kenaikan harga pihaknya juga berkoordiansi dengan semua pihak terkait, selain itu pengaruh pemesanan yang meningkat serta pasokan yang tidak lancar hingga ke pasar dan pengecer tak bisa dipungkiri mempengaruhi harga jual.
Lebih lanjut iapun mengakui bahwa pasokan saat ini di pasaran sudah cukup, pasokan daging yang cukup diharapkan mampu mngimbangi harga yang beredar di pasar sekitar Rp130-Rp135 ribu.
“ Untuk mengatasi kekurangan pasokan itu semua maka dilakukan OP ini sehingga konsumen bisa mendapatkan daging dengan harga yang terjangkau dengan harga Rp80 ribu.” jelasnya.
ia menambahkan ada yang berbeda dengan tahun lalu, untuk tahun ini sistemnya operasi pasar akan dilaksanakan secara langsung ke masyarakat, sehingga target menekan tingginya harga diharapkan bisa tercapai sesuai harapan. (adi)











