Disbudpar PALI Undang 16 Pakar dari Berbagai Displin Ilmu Mengkaji Kawasan Percandian Bumi Ayu

Minggu, 24 September 2017
Suasana pemaparan hasil dari tim Kajian Delineasi di hadapan Bupati PALI H Heri Amalindo.

PALI, Sumselupdate.com Perhatian dan keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam mengembangkan Candi Bumi Ayu tampak tidak main-main.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PALI mengundang 16 orang pakar dari berbagai daerah dan disiplin ilmu yang tergabung dalam tim Kajian Deliniasi.

Read More

Berbagai macam disiplin ilmu tersebut seperti arkeolog,  budayawan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jambi, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Turut diundang dosen Arkeolog Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Pusat Penelitian Arkeolog,  Persatuan Kakitangan Akademik Universiti Malaya (PKAUM) serta Paslitar Kenas.

Kedatangan tim Kajian Delineasi tersebut untuk melakukan kajian terhadap warisan budaya di Kecamatan Tanah Abang tersebut.

Setelah dikaji, baru bisa membuat grand desain langkah apa yang akan dilakukan Disbudpar dalam mengembangkan kawasan percandian satu-satunya di Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Disbudpar PALI Suprihyatno mengaku, hasil kajian yang dilakukan oleh tim Kajian Delineasi tersebut sebagai prasyarat untuk dilaporkan ke Kementerian terkait agar kawasan percandian Bumi Ayu bisa segera dikembangkan menjadi destinasi wisata seperti halnya Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

“Ini fondasi awal dalam membangun Candi Bumi Ayu. Ini merupakan team work yang didatangkan dari berbagai displin ilmu untuk mengupas rahasia yang tersimpan rapi dalam kawasan percandian Bumi Ayu,” tukas Suprih.

Di tempat yang sama, Bupati PALI Heri Amalindo berharap dukungan masyarakat sekitar dalam mengembangkan satu-satunya candi yang ada di Sumatera Selatan itu.

“Kalau ada warga yang menemukan benda-benda kuno, seperti piring kuno, pecahan artefak harap dikembalikan. Karena, nantinya kita akan membuat museum di mana isinya mengenai seluruh warisan budaya yang ada di Candi Bumi Ayu,” beber Heri.

Heri juga menginginkan kawasan percandian Bumi Ayu bisa menjadi destinasi wisata serta menjadi pusat pembelajaran.

“Jadi ketika disana banyak pengunjung, yang mendapat untung juga yakni masyarakat sekitar. Untuk itu harus dijaga bersama,” ujarnya. (adj)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts