Dirjen Hubla Bantah Keterlibatan Menteri

Jumat, 25 Agustus 2017

Jakarta, Sumselupdate.com – Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Antonius Tonny Budiono menjadi tersangka penerima suap. Namun Tonny memastikan tidak ada duit yang mengalir pada rekan-rekan di instansinya, apalagi menteri.

“Nggak… nggak (terlibat)… Pak Menteri ini orang baik,” ucap Tonny dikutip dari detik.com, Jumat (25/8/2017).

Read More

Tonny ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (23/8). Ia diduga menerima suap dari Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan terkait proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya pernah juga melakukan kunjungan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Tonny memastikan kunjungan menteri tidak berkaitan dengan proyek. “Pak Menteri nggak. Pak Menteri itu biasanya meninjau kinerja pelabuhan, bukan proyek,” tegasnya.

Dari hasil penggeledahan tempat tinggal Tonny di mes perwira Dirjen Hubla, ditemukan 33 tas berisi uang Rp18,9 miliar. Selain itu, dari 4 ATM, salah satunya tersisa Rp1,174 miliar. Ia mengaku mengumpulkannya sejak 2016, tetapi tidak ingat dari mana saja asal uang tersebut.

“Saya tidak pernah detail dari mana atau proyek yang mana. Mereka datang mengucapkan terima kasih karena saya ajari, ‘Kalian harus tender profesional ikutin admin teknis dan harga yang wajar dan termurah’. Mereka berhasil sebagai pemenang, akhirnya memberikan sesuatu, dan itu (akhirnya) salah,” kata Tonny.

Sementara itu, sejauh ini kasus yang terjadi di Tanjung Emas dipastikan baru terkait perizinan. Soal asal duit yang mencapai puluhan miliar rupiah, KPK masih menelusuri kaitannya dengan proyek mana saja. Sebab, nominal sebesar itu tidak mungkin hanya diperoleh dari satu proyek.

“Ini sedang didalami sekarang (terkait kasus apa saja). Yang pasti, sementara informasinya masalah pengerjaan pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Jumlahnya memang banyak, jadi nggak mungkin cuma satu, pasti ada dari beberapa kasus. Tapi ini masih dalam pengembangan oleh tim KPK,” tegas Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan sebelumnya. (pto)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts