Dinas Pertanian PALI Bagikan Benih Padi Varietas Inbrida ke Ratusan Petani

Penyerahan secara simbolis bantuan yang diberikan

PALI, Sumselupdate.com — Dinas Pertanian Kabupaten PALI, membagikan benih padi varietas Inbrida kepada ratusan petani yang tergabung pada kelompok tani di lima kecamatan yang ada di Bumi Serepat Serasan.

Hal itu dilakukan untuk mendorong petani agar bisa meningkatkan produksi hasil panennya.

Read More

Untuk diketahui benih padi varietas Inbrida dikembangkan dari satu tanaman melalui penyerbukan sendiri sehingga memliki tingkat kemurnian atau homozigositas yang tinggi.

“Bantuan benih padi inbrida ini bersumber dari Kementerian Pertanian. Bantuan benih padi ini, juga merupakan upaya Pemda PALI mendorong para petani dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah yang digarapnya,” ujar Plt Kepala Distan melalui Sekretaris Ali Sadikin, belum lama ini.

Ditambahkan Ali Sadikin bahwa dengan bantuan itu, Pemkab PALI terus berupaya membangun komunikasi dengan pemerintahan provinsi Sumatera Selatan dan Kementerian Pertanian agar kebutuhan terhadap benih padi berkualitas untuk para petani pada setiap musim tanam dapat terpenuhi.

“Harapan kami kedepan, para petani setelah pasca panen untuk bisa menyisihkan benih padi secara mandiri, sebagai persiapan pada musim tanam kedepan. Sebab bantuan itu merupakan bantuan stimulan (pancingan) sehingga dapat mengedukasi para petani untuk menjadi petani cerdas dan mandiri,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Maju Bersama Desa Tempirai Penting Harianto didampingi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Eko Subagia, SP bahwa bantuan benih padi diterima secara bergulir setiap musim tanam.

“Tentu kami sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Mudah-mudahan bantuan ini terus berkelanjutan agar petani bisa meningkatkan kesejahteraan bagi keluarganya,” pinta Penting Harianto.

Penting Harianto juga menyatakan bahwa bantuan benih di Desa Tempirai akan dialokasikan ke para petani sawah Talang Padang yang tergabung dalam beberapa kelompok Tani se Tempirai Raya sebagai dukungan optimalisasi lahan (Oplah) seluas 400 hektar yang telah digarap sejak 3 tahun terakhir ini.

“Ada 400 hektar lahan sawah di Desa Tempirai yang dikelola puluhan petani. Harapan kami optimalisasi lahan bisa maksimal di desa kami,” harapnya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.