Laporan: Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com – Nurfadly Saputra (26), warga asal Provinsi Riau, hanya bisa tertunduk lesu di depan petugas kepolisian Polsek Plaju Palembang, lantaran tertangkap karena membawa kabur uang korbannya hingga ratusan juta rupiah.
Modus yang dilakukan pemuda ini ialah menjanjikan pekerjaan di Angkasa Pura kepada puluhan perempuan di tempat dirinya berasal.
“Saya menjanjikan para korban untuk bekerja di proyek dan bandara. Semua korban perempuan dan untuk pendekatan saya menjalin hubungan dengan mereka,” katanya.
Kapolsek AKP Firmansyah melalui Kanit Reskrim mengatakan, pelaku ditangkap atas tindak pidana penipuan dan penggelapan kepada puluhan wanita menjadi korban. Modusnya sendiri pelaku menjalin hubungan dengan korbannya dan diimingi bekerja di Angkasa Putra Dua dan Proyek.
Lebih lanjut, setelah lewat waktu yang dijanjikan sampai dengan saat ini, korban tidak kunjung bekerja sesuai dengan janji manis pelaku kepada korbannya.
“Korban yang berhasil dia tipu lebih dari 10 orang dengan bermacam-macam kerugian yang dialami korbannya ada yang berupa uang dan juga ada yang berupa mobil,” ujarnya kepada wartawan.
Satu dari 10 korban yang bernama Nanda yang mengalami kerugian satu Unit Avanza, bahkan pelaku dengan beraninya mengadaikan mobil tersebut seni Rp80 juta.
“Kerugian korban yang saat ini melapor di Polsek kita mencapai Rp 00 juta,” katanya.
Atas tindakkan tersebut anggota langsung melakukan melakukan penangkapan terhadap pelaku saat anggota mengetahui keberadaan pelaku di daerah Plaju Palembang.
“Akhirnya aksi tersangka terhenti setelah anggota Unit Reskrim Polsek Plaju Palembang menangkapnya di rumah salah satu korban beberapa hari yang lalu,” katanya.
Sementara Nurfadly, mengakui perbuatannya telah melakukan penipuan kepada puluhan orang.
“Saya menjanjikan para korban untuk bekerja di proyek dan bandara. Semua korban perempuan dan untuk pendekatan saya menjalin hubungan dengan mereka,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk uangnya sendiri bervariasi dan korban yang berhasil ditiitipu mencapai puluhan orang.
“Tapi ada beberapa uang korban saya angsur mengembalikan” katanya. (**)











