Diimingi Bekerja di Perusahaan, Tiga Sekawan Tertipu Rp12 Juta

Writer: - Sabtu, 7 Desember 2024
Korban penipuan membuat laporan polisi.

Palembang, Sumselupdate.com – Kasus tindak pidana Penipuan dengan modus bisa meloloskan seseorang masuk bekerja terjadi lagi di Kota Palembang.

Kali ini kasus tersebut dialami oleh Muhamad Abubakar Ramadon (27), bersama tiga temannya yakni Sangkut, Rio dan Kevin. Ke empatnya menjadi korban Penipuan, hingga harus mengalami kerugian dengan total sebesar Rp12 juta.

Read More

Tidak terima sudah ditipu, Abubakar mewakili teman-temannya pun terpaksa membuat laporan polisi di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, pada Sabtu (7/12/2024) siang.

Kepada petugas kepolisian, Abubakar yang tercatat sebagai warga Jalan Kemas Rindo, Lorong Sepupu, Kecamatan Kertapati Palembang ini, menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/11/2024) sekitar pukul 14.30 WIB.

“Awalnya saat saksi Fatra bertemu dengan terlapor yakni bernama Heru, lalu terlapor ini menawarkan kepada Fatra pekerjaan. Karena Fatra ada pekerjaan, jadi terlapor meminta dicarikan orang yang mau berkerja,” ucap Abubakar, saat ditemui wartawan.

Baca juga : Terbukti Lakukan Penipuan, Dua Warga Selapan OKI Divonis Penjara

Setelah bertemu dengan terlapor, diakui Abubakar, saksi Fatra kemudian memberitahu dirinya bahwa ada pekerjaan di salah satu Perseroan Terbatas (PT) dan membutuhkan empat orang pekerja.

“Akhirinya saya dan teman saya berjumlah tiga orang ditemani saksi Fatra kembali menemui terlapor, untuk membahas pekerjaan itu,” jelasnya.

Ketika bertemu, sambung Abubakar, untuk memuluskan agar dirinya dan tiga orang temannya diterima bekerja, saat itu terlapor meminta uang sebesar Rp5 juta perorang.

Baca juga : Awas! Modus Penipuan Tagihan Pajak Lewat WhatsApp, ini Tips Aman dari BRI

“Kami ini dijanjikan bekerja pak di sebuah PT, lalu terlapor ini meminta uang Rp5 juta setiap orang. Karena tidak sanggup, kami berempat menawar harga, orang empat total Rp12 juta,” bebernya.

Setelah uang diberikan dan waktu yang dijanjikan untuk berkerja sudah dimulai, ternyata ke empat orang ini pun tidak di panggil-panggil.

“Kami pun baru sadar pak, saat itu kami langsung mendatangi rumah. Ternyata ketika didatangi kerumahnya, kata orang tuanya, terlapor tidak ada dirumah. Saat kami hubungi nomor Handphonenya, sudah tidak aktif lagi,” tutupnya, sambil berharap terlapor ditangkap usai dirinya dan teman-temannya membuat laporan polisi. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts