Dihina Gorila, Natalius Pigai: Rasis, Menteri Jokowi Tak Ada dari Papua!

Jakarta, Sumselupdate.com – Natalius Pigai membuktikan pemerintahan Jokowi rasis. Pemerintahan Jokowi saat ini tidak ada menteri yang dari Papua.

Sebelumnya Natalius Pigai ngamuk dikatai gorila dan kadal gurun. Natalius Pigai nilai pemerintah Jokowi diiso oleh orang raris.

Bacaan Lainnya

“Dari 34 menteri, satu menteri dari Papua saja tidak ada, itu bukti gamblang bahwa kalian rasis. Jadi jangan pura-pura persatuan dan bhineka yang utopis,” tandasnya sembari menyematkan artikel berita soal Hasto Kristiyanto yang ingin ada kesamaan kedudukan tiap warga negara tanpa melihat sukunya.

Natalius Pigai mengkritik keras pernyataan tersebut lantaran menurutnya PDIP sendiri merupakan partai yang diisi oleh orang-orang bersikap rasis.

“PDIP dan pemerintahannya partai yang diisi orang rasialis,” tulis Natalius Pigai seperti dikutip dari Suara.com, jaringan nasional sumselupdate.com.

Lebih lanjut, Natalius Pigai pun mengurai alasan dia berkata demikian. Rezim Jokowi pun tidak luput disorotnya.

Bahkan kata Natalius Pigai, era Jokowi rasisme diproduksi secara masif dan bisa dibuktikan lewat beberapa hal.

“Jaman Jokowi dan PDIP memproduksi rasisme secara masif. Mau bantah?” ujar Natalius Pigai.

Natalius Pigai disandingkan dengan gorila oleh pengguna Facebook dengan akun Ambroncius Nababan. Dia baru-baru ini menulis sebuah pernyataan rasis tertuju pada Natalius Pigai.

Hal itu disampaikan untuk menyerang pernyataan Natalius terkait vaksin Covid-19.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya, vaksin Sinovac itu dibuat untuk manusia bukan untuk gorila apalagi kadal gurun. Karena menurut UU gorila dan kadal gurun tidak perlu divaksin,” tulis akun tersebut.

Unggahan Ambroncius Nababan tersebut menuai protes dari berbagai pihak lantaran dinilai terlampau keterlaluan. (adm3/sur)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.