Diduga Tandatangannya Dipalsukan, Bendahara DPC PPP Palembang Lapor Polisi

Anggota DPRD Kota Palembang yang juga bendahara DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Palembang, H Paidhol Barokat, MPdI mendatangi petugas SPKT Polrestabes Palembang, Rabu (15/12/2021).

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Anggota DPRD Kota Palembang yang juga bendahara DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Palembang, H Paidhol Barokat, MPdI mendatangi petugas SPKT Polrestabes Palembang.

Read More

Paidhol Barokat melapor ke aparat penegak hukum lantaran tak terima tandatangannya diduga dipalsukan serta disalahgunakan untuk mencari dana bantuan partai politik (parpol).

Didampingi Sekretaris DPC PPP Palembang, Dewi Maya, Paidhol Barokat mengungkapkan jika permasalahan bermula dari ia bersama Dewi Maya mendatangi salah satu bank plat merah di Jalan Kapten A Rivai Palembang.

Kedatangan mereka ke bank guna mengecek saldo atas nama DPC PPP Palembang serta hendak melakukan penarikan uang bantuan partai politik yang sebelumnya sama sekali tak diambil.

Nah, pada saat itulah ia baru tahu dan sangat terkejut ketika melihat buku tabungan yang baru saja dicetak saldo yang tersisa hanya Rp4.3 juta.

Ketika memeriksa transaksi penarikan, Paidhol Barokat mengaku barulah diketahui tertanggal 16 Agustus 2021 terjadi transaksi penarikan sebesar Rp145 juta.

“Ternyata dari spesimen cek atas nama DPC PPP Kota Palembang telah ditandatangani Ketua DPC PPP Kota Palembang DA dan ada tanda tangan saya selaku bendahara. Tapi saya tidak pernah merasa membubuhkan tanda tangan pada cek tersebut,” ungkap Paidhol kesal.

Pernyataan Paidhol pun juga dibenarkan oleh Dewi Maya selaku Sekretaris DPC PPP Palembang.

Bahkan di belakang spesimen cek tersebut tertera nama Rioni yang merupakan Wakil Ketua DPC PPP Kota Palembang.

“Setelah dikonfirmasi kepada saudara Rioni dia mengakui diperintah langsung oleh Ketua DPC PPP Palembang Saudara DA melalui telepon. Dia mengaku hanya menjalankan perintah dan uangnya telah diserahkan kepada DA,” sebut Dewi.

Dewi pun berharap agar kejadian ini menjadi proses pembelajaran bagi rekan-rekan di parpol yang punya aturan sesuai AD/ART partai.

“Dari Pak Paidhol masih membuka peluang agar permasalahan ini bisa diselesaikan secara baik-baik. Karena dana banpol ini adalah uang negara yang semestinya dipergunakan untuk keperluan partai,” pungkasnya.

Dikonformasi terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari korban dan akan ditindaklanjuti.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Palembang DA saat dikonfirmasi Sumselupdate.com belum memberikan komentar banyak terkait persoalan ini.

“Semuanya tidak apa apa, sebenarnya bukan masalah. Besok bakal saya kasih penjelasan kepada media,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.