Palembang, Sumselupdate.com – Pertandingan tenis meja dalam rangka menyambut hari kemerdekaan HUT ke-80 RI di Kota Palembang diwarnai insiden tragis.
Di mana dalam pertandingan tersebut, El Sundoro, seorang atlet sekaligus pelatih yang namanya sudah tak asing di kalangan para petenis meja di Kota Palembang, meninggal dunia di usia 52 tahun.
El Sundoro dilaporkan meninggal dunia lantaran diduga mengalami serangan jantung saat bertanding tenis meja yang digelar di Persatuan Tenis Meja (PTM) PDK yang berada di Komplek Perumahan PDK, Kebun Bunga, Sukarami, Palembang, Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
Peristiwa yang dialami El Sundoro, warga Jalan Mayor Zen, Kelurahan Kalidoni Palembang itu terjadi saat dirinya beristirahat setelah mengikuti beberapa babak bertanding.
”Waktu kejadian itu sebetulnya saya baru datang dan duduk di samping dia, dan tidak lama saat dia duduk terjatuh lemas dengan mulut terbuka,” ucap rekannya sesama petenis meja, H Ganefo Rohim.
Sahabat sekaligus murid El Sundoro itu mengungkapkan kalau pelatihnya itu memiliki riwayat medis penyakit jantung.
”Mungkin kelelahan, karena sebelum pertandingan itu malamnya juga dia melatih, makanya dia datang pun tadi itu telat juga sebetulnya,” ucapnya.
Para rekan El Sundoro yang berada di lokasi saat menyadari kondisinya juga segera melakukan tindakan CPR atau Cardiopulmonary Resuscitation (tindakan penyelamatan nyawa yang dilakukan saat seseorang mengalami henti jantung atau tidak bernapas).
Namun lantaran tak juga menunjukkan respon, rekan-rekannya segera menghubungi mobil ambulance untuk dapat pertolongan medis lanjutan.
”Sempat dibawa ke klinik, karena genting dipindahkan ke RS Ar-Rasyid dan sempat dikasih oksigen tapi juga tak tertolong dan meninggal dunia,” ucapnya.
El Sundoro disebut merupakan petenis meja yang sudah cukup terkenal di Sumsel, selain sebagai atlet, almarhum semasa hidup melakoni sebagai pelatih tenis meja yang sudah turun-temurun dijalaninya oleh keluarganya.
(**)











