Diduga Aliran Sungai Ditutup PT MHP, Batang Pohon Karet Warga Mati Tergenang Air

Kebun karet warga di Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muaraenim rusak akibat tergenang air, Rabu (11/11/2020).

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Ratusan batang pohon karet milik warga mati diduga akibat tergenang air menyusul tertutupnya saluran air menuju anak sungai oleh operasional PT Musi Hutan Persada (MHP) yang berada di Blok Pal Putih Unit 8 PT MHP Wilayah Suport.

Bacaan Lainnya

Tak pelak, matinya ratusan batang karet ini membuat warga tidak bisa menggarap kebunnya.

“Kebun karet kita sekarang tidak bisa lagi digarap lagi karena tergenang air. Lebih kurang 400 batang pohon karet mati akibat tergenang air karena aliran sungai ditutup oleh PT MHP,” ungkap Supawi (50), warga Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muaraenim, Rabu (11/11/2020).

Diterangkan Supawi, kebun katet miliknya ini sudah digarapnya selama 20 tahun. Namun kurunn waktu dua tahun terakhir ini tidak dapat disadap karena hampir semuanya mati, hingga menimbulkan kerugian setiap hari hampir sepuluh kilogram.

“Sekarang kami hilang mata pencaharian. Sebab jika batang karet ini masih hidup bisa menghasilkan sepuluh kilogram getah karet. Maka itu sekarang saya bingung dari mana menafkahi keluarga akibat matinya ratusan batang pohon karet ini,” ucapnya.

Supawi berharap agar Pemkab Muaraenim dapat menjembatani masalahnya ini agar dia bisa menafkahi keluarganya.

Kebun karet warga di Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muaraenim rusak akibat tergenang air, Rabu (11/11/2020).

“Saya berharap  Pemkab Muaraenim, pemerintah kecamatan maupun Pemdes Ujan Mas Lama untuk memfasilitasi antara saya dengan PT MHP. Saya tuntut ganti rugi tanam tumbuh pohon karet yang sudah mati ini. Dan saya pinta sungai yang ditutup itu dipasang gorong gorong sehingga aliran sungai tersebut bisa mengalir seperti biasanya,” harapnya.

Kepala Desa Ujan Mas Lama, Iwan Tarmisi mengaku, pihaknya telah menerima laporan dari warga tentang persoalan ini.

“Sudah dua kali saya mengirim surat kepada PT MHP tapi belum ada tanggapan dari mereka,” ungkapnya.

Dilanjutkan Iwan, pihaknya telah menyurati Dinas Lingkungan Hidup yang dia berikan langsung melalui kepala dinas.

“Saya sudah mengirimkan surat kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaraenim langsung dengan kepala dinasnya Bapak Kurmin pada saat pertemuan di Hotel Griya Serasan baru baru ini. Tapi sampai saat ini baik dari PT MHP dan Pemkab Muaraenim belum ada tindakan. Jika belum ada reaksi juga, dalam waktu dekat saya dan warga akan menutup akses jalan yang berada di Blok Pal Putih,” tegas Iwan Tarmizi.

Sementara itu, Humas PT MHP Erwin Dinovam saat dikonfirmasi media ini menjawab bahwa areal yang dimaksud merupakan konsesi hutan negara yang diberikan pada PT MHP untuk digarap. Namun terkait lokasi yang dimaksud merupakan lebung yang mereka buat untuk pembuangan air.

“Areal yang dimaksud merupakan hutan konsesi negara yang diberikan hak pengelolaan kepada PT MHP. Kalau air yang dimaksud merupakan lebung yang digunakan untuk musim kemarau. Sedangkan pinggiran sungai itu tidak diperbolehkan ditanami oleh PT MHP. Nah mungkin areal itulah yang ditanami dan diklaim oleh warga,” jelasnya.

Erwin mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti hal ini bersama DLH Muaraenim yang saat itu datang langsung ke lokasi.

“Kita sudah mendatangi areal yang dimaksud bersama DLH Muaraenim, waktu itu bersama kabid yang membidang bersama dua orang staffnya dan di lokasi itu juga kita sudah membuat berita acara terkait masalah ini. Untuk lebih jelasnya bisa ditanya ke DLH,” pumgkasnya.

Terkait persoalan ini, DLH Muaraenim hingga berita ini dibuat masih belum memberikan jawaban.

“Sudah kita cek ke lapangan. Tapi silahkan hubungi Pak Hamseh karena beliau Kasi-nya. Untuk lebih jelas datang saja hari Senin karena Pak Hamseh lagi dinas,” pungkas Desy, staff DLH Muaraenim. (**)

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.