Didongengkan Sejak Bayi, Rara Jadi Penulis Komik Ternama di Sumsel

Senin, 19 Agustus 2019
Rara ketika menunjukkan komik KKPK yang di dalamnya ada tulisan ciptaannya.

PALI, Sumselupdate.com Farisha Naura (9), bocah asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan menjadi viral di media sosial belakangan ini.

Pasalnya, buah hati dari pasangan Ferdian Andreas Lacony dan Sari Widyawati itu berhasil menjadi salah satu pemenang lomba workshop menulis yang diadakan oleh Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) di Kota Palembang, tahun 2018 lalu.

Read More

Atas keberhasilan tersebut, dara yang kerap disapa Rara itu menjadi salah satu penulis dalam komik KKPK yang diterbitkan oleh PT Mizan Pustaka.

Lewat tulisan yang bertajuk Tersesat di Hutan, Rara kini sudah sering menjadi motivator dalam kegiatan workshop menulis ke sekolah-sekolah.

Ditemui di sela-sela kegiatannya di rumahnya, Senin (19/8/2019), Rara mengaku bahwa dirinya mulai suka menulis sejak kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

Bahkan, diakuinya pula bakatnya menulis disebabkan oleh sang ayah, suka membacakan dongeng ketika ia masih bayi.

“Ayah sering membacakan dongeng setiap mau tidur. Dari situ, lama-lama membuat saya menjadi suka menulis. Apalagi, Rara sering diajak ayah ke toko buku,” ungkap dara yang cita-citanya menjadi seorang Sutradara itu.

Bocah yang kini duduk di bangku kelas 4 SD itu mengaku sudah membuat tulisan kedua yang tidak lama lagi akan terbit di komik KKPK.

“Tulisan yang kedua, judulnya Cika dan Keysha. Dapat imajinasi ide menulis karena tadi, ayah sering membacakan dongeng. Bahkan sekarang, saya diminta adek saya (M Bagas Al Fatih –red) untuk membacakan dongeng saat Ia mau tidur,” ujar anak pertama dari Wakil Bupati PALI itu.

Kini, Rara mengaku setiap paginya aktivitasnya membaca buku dulu. Kemudian sore harinya baru membuat tulisan komik.

Di tempat yang sama, Ferdian Andreas Lacony mengaku bahwa hobby menulis putrinya diketahui ketika Rara mengikuti workshop menulis di Toko Gramedia, Palembang, yang digelar oleh KKPK pada bulan September 2018 lalu.

“Pada kegiatan itu, peserta disuruh praktik langsung menulis. Dan dalam waktu lebih kurang 30 menit, kebetulan tulisan Rara selesai, dan langsung dikumpulkan. Melihat hasil tulisan itu, pihak KKPK akhirnya tertarik dan menobatkan Rara menjadi lima penulis terbaik yang kemudian dibukukan dalam sebuah komik KKPK,” ungkapnya.

Untuk saat ini, diakui Ferdian bahwa Rara kerap diminta KKPK untuk menjadi motivator ke sekolah-sekolah, untuk memancing minat menulis anak-anak sekolah.

“KKPK menilai Rara bisa menjadi stimulan untuk anak-anak yang lain agar minat menulis,” terangnya.

Diceritakan Wabup PALI ini, sejak bayi Rara sudah dikenalkan dengan buku-buku melalui dongeng yang dibacakan menjelang tidur.

“Harus dibiasakan sejak bayi. Sekarang hasilnya, Ia menjadi suka menulis. Itu juga bisa menjadi hal yang positif bagi tumbuh kembang anak. Jika zaman sekarang anak sudah didekatkan dengan gadget, pola itu harus diubah dengan cara dekatkan anak dengan buku-buku, agar lebih rajin dan memiliki imajinasi dalam menulis,” katanya dengan rasa bangga. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts