Palembang, Sumselupdate.com – Tidak terima telah menjadi korban penganiyaan hingga mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya, Umroh (42) melaporkan MA yang tidak lain adalah suaminya sendiri ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.
Kepada petugas korban menuturkan, kejadian bermula saat terlapor sedang makan dan meminta dibelikan kerupuk untuk lauk, namun wanita yang sehari-hari berdagang es ini menolak permintaan suaminya tersebut.
“Saya masakkan mie karena tidak ada lauk. Lalu, dia minta belikan kerupuk, tidak saya belikan karena memang tidak mempunyai uang lagi,” ujarnya.
Mendengar perkataan korban, terlapor langsung emosi dan naik pitam sehingga memukulinya menggunakan tangan kosong secara secara berulang kali. “Awalnya dia melempar air minum ke saya dan memukul wajah berulang kali, dia juga menendang tubuh saya,” jelasnya.
Menurutnya, bukan tidak mau menuruti kemauan suaminya, melainkan dirinya tidak mempunyai uang lagi, lantaran ia hanya mendapatkan uang sebesar Rp15 ribu hasil berjualan dan sudah dibelikan beras serta mie instan.
“Jadi, pas dia minta dibelikan kerupuk sudah tidak ada uang lagi. Kami sudah menikah 26 tahun dan memang dia sering main tangan. Saya sudah tidak tahan lagi, dia juga tidak bekerja, hanya makan tidur saja dan pakai narkoba,” paparnya.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan korban dan akan segera ditindaklanjuti dan di limpahkan ke Satreskrim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). (tra)











