Dianggap Jadi Vokal Penolakan Tambang Batubara, Yani Purwono Dicopot dari Jabatan Kadus

Kadus Yani Purwono

Baturaja, Sumselupdate.com –  Polemik tambang Batubara PT Selo Argo Dedali (PT SAD) di wilayah Battuwinangun Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten OKU tampaknya merembet pada ketidakharmonisan warga desa setempat. Dua kubu muncul disana. Ada yang pro dan ada yang kontra.

Di tataran pemerintahan desa sendiri polemik juga berbuntut. Kepala Dusun (Kadus) Banjar Agung Yani Purwono mengaku telah dipecat alias diberhentikan dari jabatannya sebagai Kadus oleh Kepala Desa (Kades) setempat.

Bacaan Lainnya

Ia menduga, tindakan pemecatannya itu berkaitan dengan gerakan aliansi penolakan tambang batubara. “Ya salah satunya itu (penolakan batubara). Saya pernah menghadap Kades, ia pernah terucap mengenai masalah itu kepada saya,” ujar Yani pada wartawan melalui sambungan seluler.

Surat pemberhentiannya dari jabatan sebagai Kadus tersebut diterimanya sekitar satu mingguan yang lalu. “Petikannya ada di rumah,” ujarnya.

Ia sendiri mengaku tidak terima dengan pemecatan itu, lantaran dilakukan sepihak dan sewenang-wenang. “Sempat saya adukan ke Bupati karena tidak sesuai prosedur,” katanya.

Mengapa begitu? Karena dirinya mengaku tidak pernah berbuat hal-hal yang merugikan orang banyak. Melakukan mark-up, tindak pidana, dan lain sebagainya. “Intinya tidak ada hal yang fatal yang saya lakukan dalam hal pelanggaran pidana. Tapi kenapa saya diberhentikan, tanpa koordinasi dengan camat pula,” bebernya.

Pemberhentian itu, menurut dia, telah melanggar Permendagri Nomor 83 tahun 2015 dan Perda Nomor 6 tahun 2014. “Tak ada teguran pada saya. Dan juga ini melanggar aturan. Lagian seharusnya wajib dikonsultasikan ke Camat dulu,” tegas dia.

Dihubungi terpisah, Kades Battuwinangun Slamet Parida membenarkan ihwal pemberhentian Kadus Banjar Agung tersebut.

“Pemberhentian dilakukan atas dasar pelanggaran etika berdasarkan pendapat warga. Yang bersangkutan tidak memberi tuntutan kepada masyarakat,” kata Slamet, via seluler pada wartawan, Kamis (17/1/2019).

Kenapa tidak berdasarkan aturan seperti yang disebutkan Yani? Kades menjawab begini:  “Kita ini kan bukan PNS. Hanya pamong di masyarakat, yang tentu sebagai pamong harus mengayomi. Nah ini tidak dilakukannya,”.

Ia pun menyangkal kalau pemberhentian Yani sebagai Kadus tidak melalui teguran dulu. “Proses itu sudah dari awal. Ya mana ada maling yang mau mengaku pak,” katanya.

Apakah ada kaitannya dengan penolakan tambang Batubara yang vokal disuarakan itu? Kades merasa justru bukan soal itu.

“Kalau soal polemik itu (tambang Batubara), saya gak taulah. Intinya dia sendiri yang buat. Dan saya memberhentikan atas dasar pandangan masyarakat secara umum,” tandasnya. (wid)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.