PALI, sumselupdate.com – Pada H-3 memasuki bulan suci Ramadhan 1439 H/2018 M, harga daging ayam potong di pasar tradisional kota Pendopo kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI kembali melonjak tinggi. Dari yang sebelumnya Rp 35.000,00/ kg kini harga daging ayam potong menjadi Rp 39.000 s/d Rp 40.000,00/kg.
Kenaikan itu terjadi hampir satu pekan terakhir. Tidak hanya harga daging ayam potong yang kembali naik, telur ayam pun setelah sebelumnya sempat naik kini satu pekan terakhir kembali naik. Kalau sebelumnya harga telur di angka Rp 22.000/kg kini naik menjadi Rp 24.000 s.d Rp 25.000,00/kg.
Tak ayal, kondisi ini pun sangat dikeluhkan ibu rumah tangga di kabupaten PALI. Seperti yang dikatakan oleh Nurhasanah (42) warga kelurahan Talang Ubi Barat kecamatan Talang Ubi.
Ia mengaku kesulitan menghadapi kenaikan yang selalu terjadi memasuki bulan suci Ramadhan.
“Entahlah dek, pokoknyo setiap nak masuk bulan puaso kondisi barang di pasar naek galo. Sementaro pemerintah dak bisa ngatasinyo. Jadi kami bingung ngatur duit belanjo,” ungkap ibu empat orang anak ini.
Sementara itu, Rita salah satu penjual telur ayam menjelaskan bahwa dirinya membeli telur dari agen, dengan harga Rp 23.000 hingga Rp 24.000,00/kg. Kenaikan itu pun telah terjadi sejak satu minggu lalu.
“Harga kami menyambut telur dari Agen itu ambilnya Rp 23.000/kg hingga Rp 24.000/Kg. Sudah naik dari sananya sejak seminggu lalu, begitu juga daging ayam sudah naik sejak satu minggu terakhir ini,” terang Rita, Senin (14/5/2018).
Sementara itu, pihak terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) kabupaten PALI tidak bisa mengambil keputusan terkait naiknya harga-harga beberapa komoditi di pasar tradisional kabupaten PALI.
Hal itu disampaikan langsung oleh kepala Disdagprin kabupaten PALI melalui kabid Perdagangan Sunardi. Ia juga menjelaskan bahwa penentuan harga dilakukan di pasar langsung.
“Untuk harga langsung dari pasar yang menentukannya, jadi kita tidak bisa mempengaruhinya. Kita hanya bisa menghimbau supaya tidak terjadi kenaikan yang tidak wajar,” jelasnya. (adj)










