Desak Menkominfo Dicopot, KNCI Sumsel akan Geruduk Istana Negara

Selasa, 8 Mei 2018
Ilustrasi

Palembang, Sumselupdate.com – Aturan pemerintah yang membatasi registrasi mandiri 1 NIK untuk 3 nomor selular membuat puluhan anggota outlet selular Palembang yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celular Indonesia (KNCI) akan menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara di Jakarta, Rabu (9/5/2018) besok.

Mereka menuntut penghapusan aturan tersebut dan mendesak Menkominfo Rudiantara dicopot dari jabatannya.

Read More

Ketua KNCI Sumsel Tantowi Jauhari mengatakan, desakan agar aturan registrasi 1 NIK 3 kartu perdana harus segera dihapus, karena sangat berdampak terhadap pendapatan outlet selular, Jika aturan ini terus diberlakukan pedagang kecil terancam gulung tikar.

“Kami tidak mau terus menerus dibohongi. Pertama tanggal 7 November terjadi kesepakatan dengan Dirjen PPI faktanya tidak direalisasikan, kemudian tanggal 2 April kembali terjadi kesepakatan ditindaklanjuti dengan keputusan BRTI no 2 yang faktanya kembali tidak direalisasikan. Sekarang kami maunya keputusan menteri dalam bentuk perubahan peraturan menteri. Kami minta pasal 11 PM 12 Kominfo tentang pembatasan registrasi mandiri 1 NIK 3 sim card dihapuskan,” ungkap Tantowi kepada media, Selasa (8/5/2018).

Tantowi juga menambahkan, KNCI akan mendesak Presiden untuk mencopot Menkominfo Rudiantara dari jabatannya, karena telah menyebabkan rusaknya perekonomian nasional di sektor UMKM pasar selular.

“Menkominfo juga telah melanggar sendiri aturan yang tertera di PM mengenai regulasi, pada 30 April lalu membuat statement intimidatif bahwa nomor yang tidak diregistrasi sampai batas waktu tengah malam 30 April akan dihanguskan,” tukasnya.

Ditambahkan juru bicara KNCI Sumsel Yoshi Maryam, rencana demo di depan Istana negara merupakan demo nasional yang akan diikuti perwakilan outlet selular se-Indonesia, termasuk  Sumsel.

“Dari Sumsel kurang lebih mengirimkan 90 orang, perwakilan dari Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, OKI, Kota Lubuklinggau, Lahat, dan Kota Baturaja,” terangnya.

Aturan sepihak yang dilakukan pemerintah ini sangat merugikan usaha kconter HP, terutama konter-konter kecil, penghasilan menurun drastis sejak aturan ini diperlakukan.”Konter ramai cuma untuk melayani konsumen untuk registrasi,” tegasnya. (syd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts