Depresi Sakit Tak Kunjung Sembuh, Tukang Kayu di Tanjung Batu Ogan Ilir Gantung Diri

Kamis, 12 Agustus 2021
Ilustrasi Bunuh Diri. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Laporan: Henny Primasari

Inderalaya, Sumselupdate.com – Masyarakat Desa Pajar Bulan, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) digegerkan dengan peristiwa gantung diri.

Read More

Adalah Asnawi (58), warga Jalan Kerio Johar, No 106, Desa Pajar Bulan, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya, Kamis (12/8/2021) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy, SH melalui Kapolsek Tanjung Batu, Iptu Wempy Manurung, SH MH mengatakan, Asnawi ditemukan tewas bunuh di ruang tengah rumahnya.

Menurut Wempy, terungkapnya kasus bunuh diri ini bermula anak Asnawi bernama Adi Chandra (35) baru pulang dan hendak masuk rumah.

Pada saat itu, Adi Chandra mengetuk pintu. Namun saat itu tidak ada jawaban. Lama pintu tidak dibuka, anak korban langsung masuk ke rumah.

Nah, saat masuk, Adi Chandra dibikin terkejut dengan melihat sosok tubuh bapaknya sudah tergantung di ruang tengah.

Melihat kondisi korban tergantung, Adi Chandra spontan berteriak meminta tolong. Teriakan Adi Chandra didengar anak korban lainnya Sasmita Sari (30) yang langsung masuk ke dalam rumah.

Tali, sarung, dan kursi yang digunakan Asnawi dalam mengakihiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Tak lama kemudian, masyarakat sekitar Desa Pajar Bulan mulai ramai berdatangan, hingga petugas kepolisian datang ke TKP untuk melakukan penyelidikan dan penanganan lebih lanjut.

Iptu Wempy mengatakan, dari keterangan anak korban jika dalam beberapa hari terakhir bapaknya mengeluhkan sakit dideritanya yang tidak kunjung sembuh.

Bahkan, sakit diderita orang tuanya itu kian parah setelah mengalami stroke ringan sehingga korban sering mengalami nyeri di bagian kaki.

Anak korban juga mengungkapkan pagi tadi sebelum berangkat bekerja, dia meninggalkan bapaknya melihat Asnawi memegang tali yang digunakan untuk gantung diri.

Namun anak korban tidak tahu maksud tujuan tali dipegang korban. Akan tetapi setelah kejadian gantung diri, baru dia menyadari tali yang digunakan korban pernah dilihat sebelum dirinya berangkat bekerja.

“Dugaan awal korban mengalami depresi atas sakit yang dideritanya yang tidak sembuh-sembuh yang mengakibatkan korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” kata Iptu Wempy.

Dikatakan Kapolsek, keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi berangapan korban murni musibah gantung diri dan dibuatkan surat penyataan dari pihak keluarga bematerai. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts