Demo Makan Korban, Mahasiswa Minta Pemerintah Responsif

Jakarta, Sumselupdate.com – Kalangan mahasiswa meminta pemerintah lebih responsif terhadap tuntutan dalam aksi demo penolakan pengesahan RKUHP dan sejumlah RUU bermasalah yang berlangsung beberapa hari lalu. Pasalnya, aksi tersebut telah menelan korban dari kalangan mahasiswa.

Perwakilan BEM Jakarta Andi Prayoga mengatakan massa yang bergerak tak lagi terpusat di Jakarta. Artinya, kondisi tersebut mencerminkan kekhawatiran dari masyarakat Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah, dengan adanya korban ini, melihat bahwa mahasiswa sudah berjuang. Jadi, harus ditampung oleh pemerintah dan ditindaklanjuti jangan justru abai,” katanya, dikutip dari laman CNNIndomesia.com, Minggu (29/9/2019).

Ia mengaku menyesalkan sikap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang tidak menemui massa saat terjadi aksi demonstrasi pada Selasa (24/9).

Ketua DPR Bambang Soesatyo sendiri telah berusaha menemui mahasiswa di pintu gerbang Gedung DPR yang menjadi titik demonstrasi. Namun, pria yang akrab disapa Bamsoet itu gagal menemui massa lantaran aksi demo berlangsung ricuh.

Menurut Andi, kericuhan tersebut terjadi lantaran wakil rakyat tak memenuhi janjinya kepada mahasiswa untuk bertemu dengan perwakilan DPR. Selain itu, ia bilang aparat keamanan mulai menembakkan gas air mata kepada demonstran sehingga mereka terpecah ke segala arah sehingga kericuhan tak bisa dihindari.

“Sebetulnya. pemerintah bisa melihat bagaimana Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika ada massa melakukan aksi. Pak Gubernur datang, bukan lari jadi mahasiswa disambut,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa yang terjadi pekan ini memakan dua korban mahasiswa dari Universitas Haluoleo Kendari, Randy (21) dan Muh Yusuf Kardawi (19). Keduanya tewas dalam aksi demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Di Jakarta sendiri, aksi demo itu mengakibatkan seorang peserta luka parah yaitu Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia. Ia mengalami luka berat saat ikut demo mahasiswa di Gedung DPR, Selasa (24/9) lalu. (pto)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.