Dari Simpan Gabah Jadi Sukses! Kisah Petani OKU Timur Bangkit Bersama Program BRI

Writer: - Kamis, 9 April 2026
Petani Klaster Lumbung Pangan Bhakti Tani saat mengelola hasil panen di Desa Jaya Bakti, OKU Timur. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi petani, seperti fluktuasi harga gabah, keterbatasan modal, hingga akses pasar, sebuah kisah inspiratif datang dari Desa Jaya Bakti, Kecamatan Madang Suku, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan.

Melalui Klaster Lumbung Pangan Bhakti Tani, para petani setempat berhasil bangkit dan membangun kemandirian usaha secara bertahap dengan dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Klasterku Hidupku.

Read More

Ketua klaster, Mashudi, mengisahkan bahwa sekitar tahun 2016–2017 para petani sempat mengalami kesulitan saat panen karena harga gabah yang rendah dan tidak stabil.

“Waktu itu petani sering bingung, kalau dijual rugi, kalau disimpan juga belum tentu laku. Akhirnya kami sepakat untuk menyimpan gabah terlebih dahulu dan menjualnya saat harga membaik,” ujarnya.

Dari langkah sederhana tersebut, terbentuklah klaster yang kini berkembang menjadi wadah kolektif bagi sekitar 100 petani. Sistem gotong royong menjadi kekuatan utama yang menjaga keberlanjutan klaster tersebut.

Seiring waktu, klaster ini berkembang tidak hanya sebagai tempat penyimpanan gabah, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang terintegrasi. Mulai dari penyediaan pupuk melalui Kios Pupuk Lengkap (KPL), hingga layanan keuangan melalui agen BRILink yang telah dijalankan Mashudi sejak 2013.

“Petani sekarang lebih mudah. Mulai dari kebutuhan pupuk, hasil panen, hingga transaksi keuangan bisa dilakukan di satu tempat,” jelasnya.

Perkembangan klaster semakin pesat setelah mendapat pendampingan dari BRI melalui program Klasterku Hidupku. BRI tidak hanya memberikan akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi juga pelatihan pengemasan beras, manajemen usaha, hingga literasi keuangan.

“Kalau dulu bergantung pada tengkulak, sekarang petani sudah bisa mengakses pinjaman dengan bunga ringan dan mengelola usaha lebih mandiri,” tambah Mashudi.

Dukungan BRI juga hadir melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa bantuan alat pertanian, seperti satu unit hand tractor. Bantuan ini memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi kerja petani.

“Dulu pengolahan lahan bisa sampai dua minggu, sekarang hanya sekitar lima sampai tujuh hari sudah selesai,” ungkapnya.

Hal tersebut berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan percepatan masa tanam, sekaligus mengurangi potensi kerugian.

Regional CEO BRI Region 4 Palembang, Luthfi Iskandar, menyatakan bahwa BRI terus mendorong pemberdayaan pelaku usaha melalui pendekatan terintegrasi.

“Kami tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga pelatihan, digitalisasi, dan pendampingan berkelanjutan melalui program Klasterku Hidupku,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini BRI Region 4 Palembang telah memberdayakan sebanyak 3.548 klaster usaha di berbagai sektor.

Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat serta membuka lapangan kerja baru di daerah.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts