Laporan : A Putra
Lahat, Sumselupdate.com – Bupati Lahat Cik Ujang, sentil perusahaan pertambangan Batubara di Kabupaten Lahat, saat launching Gerakan Penanaman 1 Milyar Pohon Secara Nasional. Cik Ujang menyebut, perusahaan pertambangan telah menebang pepohonan untuk membuka lahan untuk pertambangan.
“Perusahaan yang menebang, kita yang menanam. Untuk itu perusahaan juga harus menanam pohon, di lingkungan, di taman taman,” ujar dia beberapa waktu lalu.
Dirinya menambahkan, tentunya pesan yang diutarakan tersebut, menjadi bahan pertimbangan kepada setiap perusahaan yang ada di Bumi Seganti Setungguan.
“Lebih peduli dengan lingkungan dan reklamasi, jangan sampai tidak menanam bibit pohon ataupun buah-buahan, sehingga lahan yang terbuka dapat hijau kembali,” ujar dia.
Cik Ujang mengemukakan, melalui penanaman bibit pohon maupun buah 1 milyar ini, tentunya akan memberikan dampak positif terkhusus bagi penduduk, yang bersentuhan langsung dengan kegiatan penambangan serta perkebunan.
“Sehingga Kabupaten Lahat ini hijau kembali, tidak ditinggalkan begitu saja banyak sekali perusahaan yang akan menginvestasikan berjanji, tapi ketika pelaksanaannya sama sekali diluar kenyataan,” sebutnya.
Ia menjelaskan, dengan adanya penanaman 1 milyar pohon ini, akan membantu mengantisipasi terjadinya bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor.
“Tanpa adanya pohon tidak ada akar sebagai penahan tanah ketika diguyur hujan, disinilah peran kita semua untuk bersama-sama saling menghargai sekaligus menghormati,” terangnya.
Cik Ujang meminta, ini merupakan tugas semua pihak, sehingga anak cucu kelak bisa menikmati keindahan alam dan lingkungan bersih, dan terhindar dari kejadian bencana alam.
“Jangan sampai, lahan yang terbuka saat ini belum dilaksanakan reboisasi dan reklamasi, silahkan berusaha tapi jangan lupa dengan kewajiban perusahaan,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Dr Riri Fitrisari, mengatakan, dalam acara launching penanaman 1 milyar pohon nasional, yang digagas ICMI, bukanlah sebuah seremonial semata, melainkan langkah konkrit untuk melakukan proses reboisasi.
“Bagi adik adik pramuka, tolong dipantau ya, perkembangan pohon yang ditanam itu, setelah 5 tahun yang akan datang, foto pohon itu, dan kirimkan kepada saya,” ujar dia. (**).











