Martapura, sumselupdate.com – Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur menggelar sosialisasi Lintas Dukungan Sektor Kampanye Measles Rubella (MR) Tahun 2018, Guna mensukseskan imuninasi massal Measles Rubella, pada (31/7/2018) di Aula Hotel Parai.
Dr Erly Yani selaku Kepala Dinas Kesahatan Kab OKU Timur mengatakan, tujuan kegiatan ini agar pelaksanaan penanganan kasus Measles Rubella (Campak) di Kabupaten OKU Timur diharapkan tidak ada kasus kematian maupun kasus luar biasa serta memutus transmisi penularan virus campak dan Rubella pada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun.
“Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular, bisa melalui batuk dan bersin. Gejalanya demam tinggi dan bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk dan sangat berbahaya jika disertai dengan komplikasi pneoumia, diare dan meningitis,” jelasnya kepada sejumlah awak media.
Dijelaskannya, Rubella atau campak ini merupakan penyakit yang disebabkan suatu virus RNA dari golongan togavirus. Penyakit ini relatif tidak berbahaya, namun jika infeksi yang dialami saat kehamilan dapat menyebabkan gangguan pada pembentukan organ yang mengakibatkan kecacatan.
“Cara kerja virus ini sangat aktif selama masa hamil terutama pada trimester pertama. Akibat paling penting adalah keguguran, lahir mati, kelainan pada janin,” jelasnya lagi.
Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah kabupaten OKU Timur melalui Dinas Kesehatan telah berkomitmen untuk mengeliminasi penyakit ini melalui imunisasi MR, dengan kerja sama dan harus mendapat dukungan lintas sektoral.
“Kegiatan dilakukan dua bulan yakni bulan Agustus disekolah dan bulan September di Puskesmas ataupun pos-pos kesehatan di daerah masing-masing. Kita harap dengan dukungan semua lintas sektor kegiatan MR ini terlaksana dengan baik sehingga dapat menurunkan angka kesakitan maupun angka kematian,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati OKU Timur Kholid Mawardi dalam sambutannya mengajak, dinas terkait, organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat untuk berpartisispasi dan menyukseskan imunisasi massal dan introduksi imunisasi MR 2018 agar berjalan baik.
“Pada kesempatan ini juga, saya menghimbau agar seluruh anak yang berumur 9 bulan sampai 15 tahun untuk mendapatkan imunisasi MR agar terbebas dari penyakit campak dan Rubella,” ujarnya.
Dikatakan dia, imunisasi merupakan bentuk kewaspadaan dini dalam menangkal virus karena penyakit yang hinggap datang tanpa memberi tahu.
“Pencegahan lebih baik daripada mengobati, caranya dengan pola hidup salah satunya mengkonsumsi makanan sehat dan imunisasi untuk memperkuat dan meningkatkan daya tahan tubuh si bayi,” pungkasnya. (Mat)











