Cegah Titik Api Meluas, PALI Turunkan 75 Personel Karhutla

Kamis, 11 Juli 2019
Pelepasan Tim Terpadu Karhutla PALI.

PALI, Sumselupdate.com – Untuk mencegah titik api di Kabupaten PALI terus meluas, Pemerintah Kabupaten PALI membentuk tim terpadu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kamis (11/7/2019).

Dalam tim tersebut beranggotakan 75 personel yang berasal dari Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri serta Satpol PP PALI itu akan berjibaku ke lapangan selama tiga bulan untuk memadamkan api.

Read More

“Tim Terpadu Karhutla ini akan disebar ke lima desa, yakni Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi, Desa Tempirai Kekecamatan Penukal Utara, Desa Sungai Lalan Kecamatan Penukal, Desa Karang Agung Kecamatan Abab dan Desa Tanah Abang Timur Kecamatan Tanah Abang,” ujar Junaidi Anwar, Kepala BPBD PALI saat pelepasan Tim Terpadu Karhutla.

Hingga saat ini, diakuinya telah ditemukan sebanyak 44 titik api di Kabupaten PALI. “44 titik api itu didominasi di Kecamatan Abab. Dari itu kita langsung terjunkan personil untuk bertugas hingga tiga bulan kedepan, bahkan bisa lebih untuk mencegah Karhutla meluas,” tambahnya.

Menurut Junaidi, hal ini lantaran sesuai dengan prediksi BMKG yang memprediksikan bahwa musim kemarau diperkirakan hingga November mendatang. Selain dari 75 personil Tim Terpadu Karhutla, Tim Manggala Agni dari Kementrian Kehutanan juga turun langsung ke lapangan.

“Mereka akan bertugas mensosialisasikan serta mencegah agar tidak terjadi Karhutla. Selain itu kita juga berharap peran aktif semua masyarakat untuk tidak membakar lahan, karena Karhutla tanggung jawab semua elemen baik TNI, Polri BPBD masyarakat dan pengusaha,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PALI Syahron Nazil berkata, bahwa dengan bertugasnya tim terpadu Karhutla ini di tiap kecamatan diharapkan bisa bertugas sebagai mana mestinya.

“Sosialisasikan lah secara persuasif kepada masyarakat, namun harus diiringi dengan ketegasan. Dari itu kita berharap tindak tegas sesuai undang-undang jika ada warga kedapatan membakar lahan,” ungkap Syahron Nazil.

Menurut Sekda, pada musim panas saat ini sangat rentan terjadi bencana, seperti kebakaran hutan dan lahan. Hal tersebut, kata dia tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga bisa mengancam nyama.

“Kita sangat berterimakasih kepada Tim Terpadu ini, diharapkan bisa menanggulangi bencana kebakaran dan lahan di Bumi Serapat Serasan,” ujarnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts