Kabut Asap Ganggu Penerbangan di SMB II Palembang, Pesawat Mulai Mendarat Menjelang Siang

Writer: - Minggu, 4 Oktober 2026
Suasana Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Minggu (4/10/2026), di tengah gangguan kabut asap yang menyebabkan jarak pandang terbatas dan berdampak terhadap aktivitas penerbangan. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com — Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II), Minggu (4/10/2026).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan yang bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jarak pandang di kawasan Bandara SMB II pada pukul 06.00 WIB hanya sekitar 250 meter.

Read More

Jarak pandang yang terbatas tersebut berdampak terhadap sejumlah penerbangan, khususnya pesawat yang dijadwalkan mendarat di Palembang pada pagi hari.

Seorang warga Palembang, Ustaz Prof Dr Muhajirin, MA, yang berada di Bandara SMB II, mengatakan kondisi bandara cukup padat karena banyak penumpang masih menunggu kepastian jadwal penerbangan.

Menurut dia, hingga sekitar pukul 11.00 WIB, belum banyak pesawat yang terlihat mendarat akibat kondisi jarak pandang yang terganggu kabut asap.

“Bandara penuh dan semua maklum karena kondisi asap,” ujar Muhajirin yang merupakan pendiri sekaligus pimpinan dari lembaga pendidikan Sekolah Islam Terapan (SIT)/Pesantren Modern Prof Muhajirin.

Menjelang siang, kondisi mulai berubah. Informasi mengenai pesawat yang sebelumnya tertunda mulai diumumkan kepada para penumpang.

Ustadz Muhajirin mengatakan pihak bandara menginformasikan perkiraan waktu kedatangan pesawat kepada penumpang, termasuk penerbangan yang sebelumnya mengalami penundaan.

“Semua pesawat yang akan mendarat selalu diumumkan, dengan bahasa kira-kira akan mendarat jam sekian,” katanya.

Muhajirin sendiri dijadwalkan terbang dari Palembang menuju Surabaya sekitar pukul 11.30 WIB. Ia sempat mendapat informasi bahwa pesawat yang akan ditumpanginya diperkirakan tiba di Palembang sekitar pukul 10.50 WIB.

Seiring kondisi langit yang mulai lebih terang menjelang siang, penerbangan yang akan ditumpanginya akhirnya dapat berjalan sesuai jadwal.

“Kayaknya ontime karena sudah siang, sudah mulai terang,” ujarnya.

Kepadatan penumpang juga terlihat di sejumlah area Bandara SMB II. Salah satunya di Blue Sky Lounge yang disebut Ustadz Muhajirin dipenuhi penumpang yang sedang menunggu keberangkatan.

“Blue Sky Lounge juga penuh. Kayaknya masakan harus lebih banyak keluar dari hari biasanya,” katanya sambil berseloroh.

Meski sempat terdampak kondisi kabut asap pada pagi hari, Ustadz Muhajirin akhirnya dapat melanjutkan perjalanan sesuai jadwal.

“Alhamdulillah pesawat saya ontime,” katanya.

Ia menyarankan calon penumpang yang memiliki fleksibilitas waktu untuk mempertimbangkan jadwal penerbangan pada siang hari, ketika kondisi jarak pandang mulai membaik.

Kondisi jarak pandang akibat kabut asap menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kelancaran operasional penerbangan. Karena itu, calon penumpang diimbau terus memantau informasi terbaru dari maskapai dan pihak Bandara SMB II sebelum berangkat.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts