Cegah Karhutla, Korem Gapo Kembangkan Mobil Deteksi Panas

Jumat, 27 Oktober 2017

Palembang, Sumselupdate.com – Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumsel yang selama ini dilaksanakan masih menemukan berbagai kendala, diantaranya alat transportasi dan perlengkapan untuk menuju lokasi apbila pemadaman dilaksanakan pada malam hari.

Komandan Satgas Karhutla Sumsel yang juga menjabat Komandan Korem 044/Garuda Dempo Kolonel inf Kunto Arief Wibowo menyampaikan melalui inisiatornya menciptakan inovasi alat transportasi dan pemadaman Karhutla yang peralatannya berasal dari BPBD Sumsel.

Read More

“Jadi kita ciptakan alat transportasi dengan ‘merampok’ peralatan dari BPBD untuk dipadukan menjadi satu,” ungkap Kunto usai penutupan Satgas Karhutlah di Posko Karhutlah,” ujar Kunto, Jumat (27/10/2017).

Ia melanjutkan, peralatan mulai dari traktor, kemudian tandemnya tadinya dapur lapangan, lalu chainsaw untuk memotong dan membuat jalan ada juga sekop.

“Mobil ini dilengkapi sonar untuk mencari panas, juga GPS untuk mencari posisi dan lokasi. Alat tersebut kita pindahkan dari kapal laut, sonar di kapal yang tadinya untuk mencari panas pada ikan. Sonar itu berfungsi untuk membedakan panas udara sehingga dapat mendeteksi kebakaran hutan,” urainya.

Ditambahkannya, kebutuhan mobil transportasi (Mobile rescue) ini sangat ditentukan dengan luasan daerah di kabupaten/kota masing-masing.

“Daerah yang rentan Karhutla atau daerah yang luas lahan gambutnya diperlukan lebih banyak mobile rescue ini,” jelasnya.

Kunto menyampaikan, penanggulangan yang telah dilakukan saat ini lebih pada pendekatan sosial yang menjadi unggulan dibanding daerah lain. Masyarakat sekarang sudah mulai menerima untuk membuka lahan dengan cara tidak membakar.

“Karena itu pendekatan kita pendekatan sosial. Pendekatan sosial dari semua bidang pertanian, perkebunan, perikanan pakan ternak yang sifatnya meningkatkan produksi,” imbuhnya.

“Kita tidak hanya melarang untuk tidak membakar tampa solusi, karena kita meningkatkan produksi maka petani lebih tertarik sehingga petani teralihkan untuk tidak merbakar,” tutupnya. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts