Bupati Askolani Optimis Banyuasin Bisa ke Peringkat Satu Produsen Beras Nasional

Bupati H Askolani saat menyerahkan tiga Alsintan Combine Harvester kepada tiga kelompok tani di Kantor Bupati Banyuasin di Pangkalan Balai, Jumat (10/7/2020).

Pangkalan Balai, Sumselupdate.com – Bupati Banyuasin H Askolani optimis kabupaten yang dipimpinnya bisa naik peringkat dua bahkan peringkat satu sebagai produsen beras nasional.

Alasannya, karena luas lahan persawahan Kabupaten Banyuasin yang masih bisa digarap secara optimal atau bisa ditambah dengan cetak sawah baru di mana jumlahnya masih sangat luas.

Bacaan Lainnya

Tahun 2020 direncanakan 263.368 hektar sehingga luas panen dan produksi akan meningkat menjadi 1.309,598 ton GKG atau setara 750.399 ton untuk menjaga Lumbung Pangan Nasional.

”Saya optimis, tahun 2020 Banyuasin bisa naik peringkat nomor dua bahkan satu sebagai produsen beras. Dengan program petani bangkit kita akan lakukan terobosan-terobosan untuk mengejar target tersebut,“ kata Bupati H Askolani saat menyerahkan tiga Alsintan Combine Harvester kepada tiga kelompok tani di Kantor Bupati Banyuasin di Pangkalan Balai, Jumat (10/7/2020).

Mengingat Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, memiliki luas panen padi 215,731 hektar, Kabupaten Karawang memiliki luas panen padi 185.807 hektar, dan Kabupaten Subang luas panen padi hanya 156.298,50 hektar.

”Rencana kita tahun 2010, luas lahan dengan cara exstensifikasi pertanian akan ditambah menjadi 263.368 hektar sehingga luas panen dan produksi diharapkan akan meningkat menjadi 1.309,598 ton GKG atau setara 750.399 ton,“ jelasnya

Diterangkan Askolani, dengan program SERASI terbesar di Indoensia, Kabupaten Banyuasin berhasil mengoptimalkan lahan rawa menjadi lahan persawahan padi yang produktif.

Banyuasin memiliki luas panen padi 208,598 hektar, sehingga produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton pada musi tanam 2019.

Potensi ini masih bisa ditingkatkan, luas lahan baku sawah 174.371 hektar dengan luas tanam 2019, 213.813 hektar terdiri dari lahan pasang surut 148.658 hektar, (IP100 90.151 ha, IP200 58.007 ha, IP300 36 ha), lahan rawa lembak 25.713 hektar (IP100 21.279 ha, IP200 2.562 ha).

Dengan luas panen 208.598 ha, total produksi 905.846 ton GKG atau setara beras 519.684 ton. Lokasi paling potensial terdapat di 15 kecamatan seperti Muara Telang 23.120 ha, Air Saleh 21.391 ha, Sumber Marga Telang 10.299 ha, Makartijaya 11.000 ha, Muara Sugihan 24.292 ha, Tanjung Lago 15.226 ha, Selat Penuguan 12.710 ha, dan Rantau Bayur 16.337 ha.

“Ada empat kecamatan potensial yang masih bisa dikembangkan secara optimal, Kecamatan Rantau Bayur, Rambutan, Tungkal Ilir dan Selat Penuguan,“ terangnya didampingi Sekda Senen Har dan Kadis Pertanian Tanaman Pangan Zainuddin.

”Target ke depan, luas tanam 213.813 hektar tahun 2019 dan tahun 2020 akan dapat tercapai seluas 263.368 hektar tahun 2020 sehingga luas panen dan produksi akan meningkat menjadi 1.309,598 ton GKG atau setara 750.399 ton untuk menjaga Lumbung Pangan Nasional,“ jelasnya.

Maka Pemkab Banyuasin lanjut Askolani akan terus meningkatkan penggunaan benih bermutu, penyediaan pupuk yang cukup, penyediaan Alsin olah tanah modern, pengolahan tanah secara insentif dengan menggunakan Alsin TR4, penyediaan pestisida dan pengelolaan air dengan baik, memperbaiki saluran-saluran air, pintu-pintu air dan tanggul. Melakukan extensifikasi lahan produktif, peeluasan lahan produksi dengan pengembangan lahan sawah baru.

Kemudian menyediakan saran panen dan pasca panen yang modern seperti pengering gabah (Vertical Dryer) dan membangun RMU yang modern untuk menghasilkan beras berkualitas tinggi.

”Dan tahun 2020 akan membuka penerimaan Petugas Penyuluh Lapangan untuk melakukan pendampingan petani secara intens dengan target 1 desa 1 PPL, guna mencapai target kita sebagai Kabupaten penyumbang beras nomor satu nasional,“ katanya.

Ditambahkan Bupati Askolani, Combine yang dibantu ini merupakan bantuan Presiden Jokowi melalui Menteri Pertanian RI. Dan ini bentuk perhatian terhadap petani Banyuasin yang sudah berhasil sebagai lumbung pangan nomor 4 nasional.

”Saya berharap, bantuan alsintan ini agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan dapat dirawat secara baik,“ katanya.

Kelompok Tani yang mendapat bantuan, kelompok tani Krida Mertani Desa Telang Karya Kecamatan Muara Telang, Kelompok Tani Suka Makmur Desa Sri Katon Kecamatan Air Saleh dan Kelompok Tani Bausaka Desa Muara Baru Kecamatan Makartijaya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Suka Makmur Desa Sri Katon Kecamatan Air Saleh Sarmidi mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Dan menurut dia alsintan ini sangat dibutuhkan para petani.

“Kami akan rawat dan tentu akan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tani,“ katanya. (rel)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.