Palembang, Sumselupdate.com – Buntut dari kericuhan yang terjadi di kantor sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (3/5/2019), sebanyak 25 pengunjuk rasa diamankan petugas di Polres Muaraenim.
Sedangkan dalam demo yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Tanah Abang Abab Bersatu (MANTAP), membuat delapan anggota Polri terluka serius terkena lemparan batu di bagian kepala dan kini dirawat di rumah sakit.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi mengatakan, 25 massa yang diamankan diduga menjadi dalang dan provokator kericuhan.
“25 orang itu sudah diamankan dan sedang diperiksa oleh Polres Muaraenim,” ujar Supriadi.
Menurut dia, saat ini delapan polisi yang terluka karena terkena lemparan batu sudah dirawat dan kondisinya sudah stabil.
Sebagaimana diketahui, aksi menuntut digelarkan pemungutan suara ulang (PSU) di PALI, Sumatera Selatan berakhir ricuh.
Bentrokan yang terjadi antara ratusan massa aksi dengan aparat keamanan menyebabkan delapan anggota polisi terluka dan puluhan massa diamankan.
Informasi dihimpun, kericuhan berawal saat massa berunjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) PALI menuntut digelarkan PSU karena dugaan banyaknya pelanggaran yang terjadi saat hari pencoblosan 17 April lalu.
Namun karena KPU tidak berwenang menerima laporan pelanggaran pemilu, massa aksi lantas diarahkan untuk mendatangi Kantor Bawaslu PALI di Jalan Merdeka, Kecamatan Talang Ubi.
Orasi pun kemudian dilakukan di depan kantor Bawaslu PALI. Saat orasi digelar, suasana antara massa dan aparat keamanan memanas.
Kericuhan dimulai dengan aksi saling dorong antara massa yang memaksa untuk masuk ke dalam kantor Bawaslu dan aparat yang berjaga.
Kericuhan tak terhindarkan, massa dan aparat saling berbalas pukulan dan tendangan.
Massa yang berada di belakang barisan mulai melempari batu ke arah aparat polisi. Polisi yang berjaga pun terluka akibat lemparan batu tersebut.
Sebanyak delapan anggota polisi mengalami luka di kepala, dua di antaranya dilarikan ke rumah sakit karena pendarahan yang serius. (tra)











