Palembang, Sumselupdate.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung memperketat pengawasan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui sekitar 400 jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di Kota Palembang.
Pengawasan dilakukan secara rutin setiap bulan untuk memastikan penyaluran beras SPHP berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta tidak disalahgunakan oleh oknum mitra penyalur.
Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel, Renato Horison, mengatakan monitoring dilakukan secara berkala terhadap seluruh mitra RPK yang menerima pasokan beras SPHP.
“Setiap bulan kita rutin melakukan monitoring ke RPK-RPK,” ujar Renato.
Menurutnya, penguatan pengawasan tersebut juga menjadi langkah antisipasi menyusul dugaan penyalahgunaan distribusi beras SPHP oleh oknum mitra penyalur di wilayah Matraman dan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.
Bulog Sumsel Babel tidak ingin kasus serupa terjadi di wilayah kerjanya. Karena itu, pengawasan internal diperketat, penertiban dilakukan, serta mekanisme penyaluran kepada seluruh mitra terus dievaluasi.
“Ini sebagai bentuk komitmen menjaga distribusi beras SPHP agar tepat sasaran. Kami melakukan penertiban, memperkuat pengawasan internal, serta mengevaluasi mekanisme penyaluran di seluruh jaringan mitra,” jelasnya.
Renato mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 400 mitra RPK di Palembang yang mendapatkan pasokan beras SPHP dari Bulog.
Setiap RPK memperoleh alokasi sekitar satu ton beras per pekan atau setara empat ton dalam sebulan. Beras tersebut dikemas dalam ukuran lima kilogram agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Kita memasok ke mitra RPK. Ini sebagai komitmen mendekatkan beras SPHP kepada masyarakat luas,” katanya.
Selain melalui jaringan RPK, Bulog juga menyalurkan beras SPHP melalui pasar tradisional dan sejumlah mitra penyalur lainnya. Perluasan jalur distribusi tersebut dilakukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau.
Secara keseluruhan, Bulog menargetkan penyaluran beras SPHP sebanyak 33 ribu ton sepanjang 2026 di wilayah kerjanya.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 30 ribu ton atau 90 persen dari target yang ditetapkan.
Untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan, Bulog menerapkan sistem pengawasan dan pencatatan pada setiap tahapan penyaluran. Pengawasan dimulai sejak proses pemesanan hingga beras diterima oleh mitra penyalur.
Melalui pemantauan rutin terhadap sekitar 400 RPK di Palembang, Bulog berharap penyaluran beras SPHP semakin transparan dan tepat sasaran.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras di tengah masyarakat.
(**)







