Jakarta, Sumselupdate.com – Serangan siber dimungkinkan muncul saat berlangsungnya kontestasi pilkada serentak 2018. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pun menjamin bakal mengantisipasi serangan siber tersebut.
“(Kita) jamin dong (pilkada). Kita enggak boleh bilang enggak ada serangan, kemungkinan saja ada, tapi antisipasi. Justru kita antisipasi, kita siapkan pertahanan (siber) yang kuat sehingga tidak bisa ditembus pihak siapapun,” kata Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Mayjen TNI Djoko Setiadi.
Menurut dia, seperti dikutip dari metrotvnews.com serangan siber sangat mungkin terjadi. Karena itu, ia menilai membangun pertahanan siber secara maksimal sangat penting. “Kalau kita kuat (pertahanan sibernya), enggak bisa diserang, aman,” ucapnya.
Ia mengatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan lembaga terkait untuk mengantisipasi serangan siber tersebut, seperti KPU dan ementerian Komunikasi dan Informatika.
Sebelumnya, Djoko menegaskan pihaknya akan menjaga netralitas selama pilkada 2018 dan pemilu 2019. “Percayalah kami ini tentang kegiatan pilkada dan pilpres tidak pernah berpihak pada satu kelompok atau satu partai pun. Kami netral,” ucap dia. (pto)











