BRI Tebar Dividen Rp52,10 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp346 per Lembar Saham

Writer: - Rabu, 15 April 2026
Kinerja solid BRI didorong pertumbuhan kredit dan fokus pada UMKM. (Foto; Sumselupdate,com/Istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com – Emiten perbankan pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) resmi mengumumkan rencana pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp52,10 triliun atau setara Rp346 per lembar saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Selasa (14/4/2026), jumlah tersebut termasuk dividen interim sebesar Rp137 per saham yang telah dibagikan pada 15 Januari 2026.

Read More

Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham adalah sebesar Rp209 per saham.

“Total sisa dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham adalah sebesar Rp31.470.159.890.136 atau Rp209 per saham,” tulis manajemen BRI dalam keterangannya.

Adapun jadwal penting pembagian dividen BBRI adalah sebagai berikut:
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi hingga 20 April 2026, ex dividen pada 21 April 2026, dan recording date pada 22 April 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen berakhir 22 April 2026 dan ex dividen pada 23 April 2026. Sementara itu, pembayaran dividen akan dilakukan pada 8 Mei 2026.

Pembayaran akan disalurkan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bagi pemegang saham dalam penitipan kolektif, di mana dana akan masuk langsung ke Rekening Dana Nasabah (RDN).

Sementara itu, pemegang saham warkat akan menerima transfer langsung ke rekening masing-masing.

Pembagian dividen jumbo ini didukung oleh kinerja keuangan BRI sepanjang 2025 yang membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp57,13 triliun.

Meski mengalami koreksi sekitar 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, fundamental BRI tetap dinilai solid dengan pertumbuhan aset sebesar 7,1 persen menjadi Rp2.135 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 7,4 persen menjadi Rp1.467 triliun, didorong peningkatan dana murah atau CASA.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa perbaikan kinerja tersebut turut berdampak pada pencapaian laba perusahaan.

Selain itu, BRI berhasil menekan cost of fund menjadi 2,9 persen dari sebelumnya 3,1 persen, serta mencatat pertumbuhan kredit sebesar 12,3 persen menjadi Rp1.521 triliun.

Penyaluran kredit tersebut melampaui pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di level 9,6 persen, dengan fokus utama pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts