BNI Bakal Tutup 96 Kantor Cabang, Bagaimana Nasib Karyawan

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tetap mengaktifkan secara terbatas 201 kantor cabangnya selama libur Natal 2020 dan pergantian tahun, agar masyarakat yang masih memerlukan transaksi keuangan dapat terlayani. [BNI]

Jakarta, Sumselupdate.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berencana menutup 96 kantor cabang. Seperti dikutip dalam keterbukaan informasi, penutupan kantor cabang oleh BNI merupakan langkah bisnis biasa (Business As Usual) sebagaimana telah dicantumkan oleh Perseroan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2021.

“Penutupan dilakukan berdasarkan pertimbangan bisnis, termasuk diantaranya transformasi layanan digital melalui berbagai channel elektronik champion (BNI Mobile Banking, jaringan digital branches termasuk Agen46, ATM, SMS Banking, Internet Banking, hingga CRM untuk segmen Konsumer), laju perkembangan daerah, tren transaksi, habisnya periode sewa lokasi outlet, serta penutupan outlet di Aceh karena dikonversi menjadi bank Syariah dalam rangka implementasi Qanun,” ujar Corporate Secretary BNI Mucharom, dikutip dari Suara.com (jaringan nasional Sumselupdate.com), Rabu (19/5/2021).

Adapun outlet yang dimaksud berupa kantor cabang, kantor cabang pembantu, kantor kas dan payment point.

“Sementara itu, Perseroan juga telah memasukkan dalam RBB tahun 2021 rencana pembukaan 22 jaringan kantor baru,” kata dia.

Mucharom menambahkan, langkah penutupan, relokasi dan pembukaan jaringan kantor baru yang dilakukan perseroan tersebut telah ditetapkan dengan perhitungan bisnis yang matang dan diyakini akan berkontribusi positif terhadap bisnis dan kualitas layanan yang diberikan Perseroan kepada nasabah.

Mucharom menuturkan, para karyawan akan ditempatkan di kantor cabang terdekat, sesuai dengan lingkup pekerjaannya.

“Tidak ada satupun karyawan yang diputus hubungan kerjanya karena kebijakan tersebut. Terhadap karyawan yang ditempatkan pada outlet yang akan ditutup, maka selanjutnya akan ditugaskan pada outlet terdekat sesuai dengan kompetensinya,” ujar Mucharom.

Terkait penutupan outlet akibat implementasi Qanun, lanjut Mucharom, karyawan yang ditempatkan tetap bekerja pada outlet tersebut namun di bawah entitas yang berbeda (BSI). (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.