Palembang, Sumselupdate.com – Bank Indonesia (BI) terus hadir mengawal rupiah, Terkait semakin meroketnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dan meminta agar masyarakat jangan panik serta tidak berspekulasi.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan, baik untuk perusahaan maupun masyarakat. Adapun untuk perusahaan yang mempunyai exposure pinjaman dalam valas memang dianjurkan melakukan lindung nilai (hedging). Sedangkan untuk masyarakat duharapkan tetap menjaga dan tidak panik.
Menurut Deputi Direktur BI Kantor Perwakilan Sumsel, Hari Widodo, Kamis (6/9/2018) terkait hal tersebut di atas, agar tetap aman salah satunya memperkuat fungsi cadangan devisa untuk memback-up stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar valas.
“Alhamdulillah pada bulan Agustus untuk Sumsel terjadi deflasi -0.14% (mtm) dan 2.87 % (yoy). Alhamdulillah masih dalam range sasaran inflasi 3,5+/- 1%. Dan untuk komoditas pangan juga terjadi deflasi,” kata Hari.
Lalu dalam kondisi semacam ini, TPID Sumsel juga terus bekerja melakukan beberapa hal, mulai dari menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, hingga mengelola ekspektasi masyarakat terhadap inflasi.
“Insya Allah, kami selalu berkoordinasi termasuk dengan Tim Satgas Pangan. Selanjutnya juga agar masyarakat jangan memborong dolar yang akhirnya justru akan meningkatkan tekanan terhadap Rupiah,” tambah Hari.
Lebih lanjut Hari menjelaskan, Inflasi Agustus, ketika rupiah sudah dalam tren melemah dan bahkan ada event besar asian games yang dilihat berpotensi meningkatkan permintaan. Pada saat itu TPID mencoba mitigasi risiko, bahkan juga mengantisipasi kenaikan dari sektor angkutan udara selama Asian Games. (adi)











