Besok OP Daging Mulai Dilakukan

Kepala Perum Bulog Divre Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Mansyur Siri

Palembang, Sumselupdate.com – Antisipasi harga beberapa komoditi di Palembang dan sekitarnya, membuat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatra Selatan mendatangkan beberapa komoditi pangan. Diantaranya bawang merah dari Brebes (Jawa Tengah), daging segar yang dibekukan dari Jakarta, dan cabe dari Pulau Jawa.

Sebanyak 8 ton bawang merah, sudah tiba di Palembang dan mulai dilakukan operasi pasar. Sementara daging sapi segar sebanyak 7 ton sudah didatangkan dan mulai di operasi pasarkan pada Rabu (8/6).

Bacaan Lainnya

“Cabe saat ini masih kita cari, dan bakal kita datangkan juga. Dalam waktu dekat ini akan di operasi pasarkan juga,” kata Kepala Perum Bulog Divre Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Mansyur Siri.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya melakukan operasi pasar di beberapa titik di Palembang. Diantaranya di Pasar Cinde, Pasar 16 Ilir, Pasar Palima, Pasar Perumnas Kenten, halaman Kantor Bulog, halaman Kantor Badan Ketahanan Pangan Sumsel, halaman Kantor Bakorluh Sumsel, halaman Kantor Dinas Pertanian, Pangan dan Holtikultura Sumsel, dan lainnya.

Operasi pasar itu dilakukan guna menekan harga komoditi yang ada di pasaran, serta menstabilitaskan harga.

Pemerintah pusat telah menunjuk Bulog untuk menyeimbangkan ketahanan pangan di Indonesia, agar dapat menjaga stabilitas harga di pasaran.

Mansyur menyebut, peranan Perum Bulog sebagai penyedia barang yang didatangkan dari produsen besar. Saat ini, kata dia, harga komoditi yang ada di Palembang dan daerah sekitarnya sudah tidak terbendung lagi.

Daging sapi sudah meranjak di Rp. 140.000,- per kilogram, telur ayam Rp. 23.000,- per kilogram, cabe Rp. 20.000,- per kilogram, bawang merah Rp. 48.000,- per kilogram, minyak goreng Rp. 13.000,- per liter, gula pasir Rp. 15.000,- per kilogram, tepung terigu Rp. 11.000,- per kilogram, beras kualitas standar Rp. 10.000,- per kilogram.

Untuk itu, Perum Bulog Divre Sumsel melakukan operasi pasar dengan harga di bawah pasaran. Seperti tepung terigu Rp. 8.500,,- per kilogram, minyak goreng Rp. 11.500,- per liter, gula Rp. 14.500,- per kilogram, bawang merah Rp. 30.000,- per kilogram, beras Rp. 9.000,- per kilogram.

“Untuk daging sapi segar beku yang kita jual Rp. 90.000,- per kilogram, dan telur ayam Rp. 19.000,- per kilogram,” jelasnya.

Khusus daging sapi, Mansyur menuturkan, sebanyak 7 ton daging diharapkan dapat habis stoknya selama satu pekan ini.

Sehingga pihaknya dapat memesan kembali daging dari Jakarta yang sebelumnya diimpor dari luar negeri.

“Daging ini dikirim dari Jakarta melewati angkutan masakapai, sehingga aman dan cepat tiba di Palembang. Sebanyak 7 ton itu hanya tahap pertama saja. Jadi masyarakat tidak panic buying dengan naiknya harga daging itu,” terang dia.

Tak hanya untuk Palembang, daging sapi segar itu juga akan di operasi pasarkan di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Seperti Lubuklinggau, Prabumulih, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, dan Musi Banyuasin.

“Kita memang tidak bisa jual terlalu di bawah harga pasar. Karena peranan kita disini adalah mengantisipasi gejolak harga pasar, selain itu kita berlakukan pembatasan pembelian agar OP bisa tepat sasaran, tutupnya. (adi)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.