Bertahan Hidup di Bekas Kandang Kambing, Tarmizi Luput dari Perhatian Pemerintah

Rabu, 15 April 2020
Tarmizi bersama keluarganya yang hidup di bekas kandang kambing mendapatkan sembako dari anggota DPRD Muba, Senen H Hanan, Rabu (15/4/2020).

Sekayu, Sumselupdate.com – Hidup yang dijalani Tarmizi (38) bersama keluarganya di Kelurahan Ulak Paceh, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan, tergolong sangat memprihatinkan.

Lebih dari delapan tahun menempati bekas kandang kambing sebagai tempat tinggalnya, baru hari ini, Rabu (15/4/2020), dia mendapatkan kunjungan dan bantuan sembako dari Senen H Hanan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muba.

Read More

Tarmizi yang kesehariannya bekerja serabutan ini luput dari perhatian pemerintah mengaku, semua program bantuan pemerintah baik pusat dan daerah belum pernah ia dapatkan,termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).

Bahkan dirinya bersama keenam anaknya yang masih kecil-kecil mendapatkan bantuan dari Yayasan Yatim Piatu termasuk meminjamkan rumah di atas lahannya.

Namun karena terjadi kebakaran, sekarang ia bersama keluarga menempati bekas kandang kambing milik yayasan.

Bukan itu saja, atas belas kasihan pemilik yayasan, keempat anaknya juga dititipkan pada yayasan tersebut sehingga mereka bisa sekolah.

Tarmizi bersama keluarganya yang hidup di bekas kandang kambing mendapatkan sembako dari anggota DPRD Muba, Senen H Hanan, Rabu (15/4/2020).

 

Sedangkan untuk bertahan hidup ia mencari barang bekas dan terkadang mendapatkan upah mengangkat barang itu pun masih belum mencukupi.

“Inilah keadaan kami Pak, tinggal di gubuk bekas kandang kambing bersama anak yang masih kecil-kecil. Harapan saya pemerintah dapat memberikan bantuan rumah layak huni, ” harap Tarmizi.

Di sela-sela kunjungannya, Senen H Hanan merasa sangat prihatin keluarga Tarmizi yang tergolong masyarakat tidak mampu dengan menempati rumah bekas kandang kambing, bisa luput dari pengawasan dan pendataan pemerintahan Kelurahan Ulak Paceh, Kecamatan Lawang Wetan, Muba.

Seharusnya menurut Senen, hal ini tidak boleh terjadi, karena Pemkab Muba telah menggelontorkan dana untuk program pengentasan kemiskinan dan bedah rumah layak huni bagi masyarakatnya.

Dikatakan Senen, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Disdukcapil agar keluarga mereka ini masuk dalam program bantuan sosial baik dari pusat maupun daerah juga terkait belum adanya identitas kependudukannya supaya dibantu dibuatkan Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduknya.

“Setelah melihat langsung kondisi mereka, kita sangat prihatin dengan keadaan tempat tinggal yang dihuni keluarga Tarmizi ini yang tidak layak huni. Sebagai perhatian kita, secepatnya keadaan ini kita koordinasikan dengan Dinsos dan Disdukcapil agar mereka dapat perhatian juga masuk dalam program sosial pemerintah,” kata Senen yang merupakan anggota Komisi II DPRD Muba. (est)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts