Palembang, sumselupdate.com– Bertemu bulan Ramadhan 1437 H merupakan suatu nikmat yang patut disyukuri. Sebab, pada bulan suci ini, kita akan melakukan ibadah puasa dan ibadah lainnya yang pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah Swt.
Agar puasa dan ibadah kita di bulan Ramadhan dapat dikerjakan dengan sempurna dan mendapatkan pahala dari Allah Swt, maka hendaknya melakukan hal-hal berikut, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber:
- Mempersiapkan jasmani dan rohani atau mental spiritual, seperti membersihkan lingkungan, badan, pikiran dan hati, serta memperbanyak permohonan ampun kepada Allah Swt dan minta maaf kepada sesama manusia.
- Menyambut bulan suci Ramadhan dengan rasa senang dan gembira karena akan meraih kebajikan yang berlipat ganda.
- Meluruskan niat yang tulus ikhlas, hanya ingin mendapat ridha Allah Swt. Karena setan tidak akan mampu mengganggu orang yang tulus ikhlas dalam ibadah. Sebagaimana firman Allah: “Iblis berkata: Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.” (QS Al-Hijr: 39-40).
- Berpuasa dengan penuh sabar untuk melatih fisik dan mental, karena kesabaran itu akan mendapat pahala yang sangat banyak. Allah Swt berfirman, “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu. orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS AzZumar: 10).
- Segera berbuka jika waktunya sudah tiba dan, mengakhirkan makan sahur. Rasulullah Saw bersabda:”Umatku senantiasa berada dalam kebaikan jika mereka menyegerakan buka dan mengakhirkan sahur” (HR Ahmad).
- Berdoa waktu berbuka. Rasulullah Saw selalu berdoa ketika berbuka puasa, dengan membaca doa: Allahumma lakashumtu wa’ala rizqika afthortu.”Ya Allah, Aku berpuasa hanya untukMu dan dengan rizki-Mu aku berbuka” (HR. Abu Dawud).
- Berbuka dengan kurma, atau air.”Rasulullah Saw berbuka puasa dengan kurma basah sebelum shalat maghrib, jika tidak ada maka dengan kurma kering, dan jika tidak ada maka berbuka dengan beberapa teguk air” (HR. Abu Dawud).
- Bersedekah sebanyak-banyaknya. Ini mengingat bahwa sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan.
- Memperbanyak membaca Al-Qur’an, menghayati dan mengamalkannya, sebagaimana Rasulullah SAW setiap bulan didatangi Malaikat Jibril untuk mengajarkan Al Qur’an. Al-Qur’an yang dibaca pada bulan Ramadhan akan memberi syafaat kepada pembacanya kelak di hari kiamat.
- Meninggalkan kata-kata kotor dan tidak bermanfaat, karena akan menghilangkan pahala puasa. Rasulullah Saw bersabda: ”Siapa saja (selagi puasa) tidak meninggalkan kata-kata dusta dan melakukan berbuat tidak bermanfaat, maka tidak ada artinya disisi Allah, walau dia tidak makan atau minum” (HR. Bukhari).
- Tidak bermalas-malasan dalam semua aktivitas dengan alasan berpuasa. Puasa sejatinya bukanlah penghambat aktivitas dan produkvitas. Sebaliknya, puasa justru mampu meningkatkan prestasi.
- I’tikaf di masjid terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah Saw membiasakan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir tiap bulan Ramadhan. Dalam sebuah riwayat disebutkan: ”Nabi SAW selalu i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau juga beri’tikaf setelahnya” (HR Bukhari).
- Memperbanyak ibadah, shalat malam, dan mengajak keluarga untuk ibadah malam. ”Apabila memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah SAW lebih giat ibadah, menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya” (HR Bukhari).
- Bagi yang mampu dianjurkan untuk umrah di bulan Ramadhan, karena pahalanya seperti pahala berhaji.
- Memperbanyak membaca Tasbih, karena sekali tasbih di bulan Ramadhan lebih baik dari seribu tasbih diluar Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda: ”Sekali membaca tasbih di bulan Ramadhan lebih baik dari 1000 kali tasbih di luar bulan Ramadhan” (HR Tirmidzi).
Demikian, semoga kita mampu menjalani puasa Ramadhan tahun ini dengan penuh keikhlasan sehingga akan berdampak pada peningkatan kualitas ketakwaan kita. (shn)











