Berkaitan Pilkades, Adik Bupati Muratara Tewas Ditikam, Rumah Pelaku Dibakar Massa

Rabu, 6 September 2023
Rumah pelaku penikaman hingga menewaskan Abadi alias AB yang merupakan adik Bupati Muratara, Selasa (5/9/2023) malam.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Satu orang pria warga Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dilaporkan meregang nyawa ditikam diduga berkaitan dengan pemilihan kades (pilkades) serentak yang berlangsung awal Oktober mendatang.

Bacaan Lainnya

Korban adalah Muhammad Abadi alias AB. Korban tewas ditikam seseorang di saat melakukan rapat internal berkaitan dengan pemilihan kades serentak di Kabupaten Muratara.

Dari informasi yang dihimpun, Abadi alias AB merupakan adik dari Bupati Muratara yakni H Devi Suhartoni.

Ucapan duka yang mulai menghiasi media sosial.

Abadi mengembuskan nafas terakhir di saat mendapat perawatan di Puskesmas Bingin Teluk.

Dari data yang diterima, korban Abadi sebelum ditikam tengah melakukan rapat internal di Desa Belani berkaitan dengan pemilihan kades di desa tersebut, pada Selasa (5/9/2023) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Di tengah rapat itu, datanglah dua orang pelaku Arwan dan Ariansyah, warga Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir.

Mereka berdua ingin bergabung dalam rapat internal tersebut, namun langsung diusir oleh korban

Akibat tak terima diusir, kedua pelaku langsung keluar. Namun tak lama kemudian, keduanya kembali lagi sambil membawa senjata tajam dan langsung menyerang korban, sehingga mengakibatkan korban mendapat luka sabetan sajam.

Setelah kejadian itu, Abadi langsung dilarikan ke Puskesmas Bingin Teluk. Namun nyawa korban diinformasikan nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia.

Pasca-kejadian penyerangan itu, suasana Desa Belani sempat mencekam baik antara kelompok korban dan kelompok pelaku yang bersitegang.

Puncaknya kelompok korban bahkan sampai membakar rumah kedua pelaku yang disinyalir sebagai bentuk balas dendam.

Sementara itu, Kapolres Muratara AKBP Koko Arianto Wardani maupun Kasat Reskrim AKP Sopian Hadi saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

“Kami belum mengetahui secara pasti kronologis kejadiannya. Namun, memang benar korban telah meninggal dan rumah pelaku telah dibakar oleh massa yang marah,” ujarnya

Koko mengimbau kepada masyarakat menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi.

“Kami meminta kerja sama dari keluarga korban untuk menemukan pelaku. Kepada pelaku, kami imbau untuk menyerahkan diri,” tambah Koko Arianto Warani. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.