Pagaralam, Sumselupdate.com – Beredar sebuah pesan berantai di aplikasi pesan singkat WhatsApp yang membuat resah masyarakat.
Pasalnya dalam pesan yang sudah tersebar di banyak WhatsApp Group sejak Kamis (23/4/2020) malam tersebut berisi informasi adanya pasien positif Corona dan sebarannya ke beberapa orang sebelumnya di seputaran Kecamatan Jarai termaksud warga Kota Pagaralam yang sempat kontak dengan pasien tersebut.
Menanggapi pesan tersebut, Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam yang juga menjabat sebagai Sekda kota Pagaralam Samsul Bahri menerangkan jika pesan tersebut belum tentu kebenaranya karena sumbernya bukan dari lembaga resmi yang kompeten.
“Pesan berantai yang menghebohkan ini kita belum bisa menjelaskan, apakah ini benar atau tidak. Karena lembaga resmi yang berkompeten belum mengeluarkan hasil yang pasti,” ujarnya saat dihubungi Sumselupdate.com, Jumat (24/4/2020).
Samsul Bahri menjelaskan untuk langkah antisipasi dan pencegahan, Pemkot Pagaralam melalui Gugus Tugas Covid-19 sudah melakukan pendataan dan memberikan edukasi terhadap warga Pagaralam yang sempat kontak fisik maupun lainnya.
“Pihak kami dari semalam sudah melakukan upaya untuk antisipasi dan pencegahan dengan mendata, menyemprot disfektan, cek suhu tubuh dan memberi edukasi kepada warga yang diduga sempat kontak dengan warga Kecamtan Jarai tersebut. Warga tersebut tidak menunjukan ada gejala yang katakanlah mirip Covid-19,” terang Samsul
Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak tidak mudah percaya atau menyebarkan berita palsu karena pada saat situasi seperti ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di masyarakat.
“Sekali lagi, saya ingatkan jangan sampai menyebarkan berita yang belum tentu kebenaranya pada saat situasi seperti ini,” imbuhnya.
Ia menambahkan, agar masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa dengan mematuhi protokol kesehatan dan pola hidup sehat.
“Kepada masyarakat kota Pagaralam untuk tidak panik dan beralktifitas seperti biasa dengan melakulan protokol kesehatan seperti Jaga Jarak,cuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas di luar rumah dan tak kala penting memakai masker apabila hendak keluar rumah,” tutupnya. (ric)











