Pagaralam, Sumselupdate.com – Di antara 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kota Pagaralam menjadi salah satu yang masuk kawasan Zona Merah rawan bencana alam.
Status ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam melalui pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus melakukan langka antisipasi.
Berdasarkan peta mitigasi yang dilakukan oleh pihak BPBD Pagaralam, ada dua kecamatan yang rawan bencana baik itu tanah longsor, banjir bandang sampai angin puting beliung.
Dua kecamatan tersebut adalah Dempo Tengah dan Kecamatan Dempo Selatan. Untuk Dempo Selatan merupakan kawasan rawan bencana longsor terutama di kawasan jalur penghubung Pagaralam-Lahat. Sedangkan untuk Kecamatan Dempo Tengah merupakan kawasan rawan bencana banjir bandang dan angin puting beliung.
Kepala BPBD Kota Pagaralam, Patriot A Mundra menjelaskan, berdasarkan hasil rapat dengan pihak BNPB, Sumsel masuk kawasan Zona Merah bencana alam. Kota Pagaralam menjadi salah satu daerah rawan bencana.
“Kita Pagaralam masuk Zona Merah rawan bencana. Untuk itu setiap kepala daerah melalui BPBD diminta siaga bencana,” jelasnya.
Dikatakannya, dengan adanya status tersebut pihak BPBD sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan pihaknya sudah melakukan mitigasi kawasan rawan bencana.
“Mitigasi dan sosialisasi sudah kita lakukan. Bahkan kita sudah menyiagakan petugas 24 jam dengan jadwal piket,” katanya.
Untuk kawasan Dempo Selatan, pihak BPBD bekerja sama dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pagaralam untuk mensiagakan alat berat. Hal ini agar saat terjadi longsor dijalur utama penghubung Pagaralam-Lahat bisa langsung diatasi.
“Kita bersama Dinas PU sudah mensiagakan alat berat di kawasan rawan longsor. Pasalnya jalur utama Pagaralam-Lahat sangat rawan longsor yaitu Liku Endikat dan Liku Lematang,” ungkapnya. (ric)











