Berdalih Cari Biaya Berobat Istri yang Lumpuh, Pria di Palembang Nekat Curi Pagar dan Teralis Pompa Air

Darmanto pelaku pencurian pagar dan teralis pompa air di Jalan Seduduk putih, Kamis (17/9/2020)

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com — Berdalih karena himpitan ekonomi, serta untuk biaya berobat istri yang tengah lumpuh membuat Darmanto Juliman Ayib (31), warga Jalan Jenderal Sudirman Lorong Lingkis Kelurahan 20 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Palembang nekat mencuri pagar dan teralis mesin pompa air di rumah warga, Kamis (17/9/2020).

Bacaan Lainnya

Sayang, aksi nekatnya itu gagal setelah dipergoki oleh warga yang melihat. Ia pun akhirnya digelandang ke Polsek Ilir Timur II Palembang.

Kanit Reskrim Polsek Ilir Timur II, Iptu Azwan, saat dikonfirmasi menerangkan, pelaku tertangkap basah oleh warga, ssat beraksi di Jalan Seduduk Kecamatan Ilir Timur II pukul 10.00 wib.

Barang bukti hasil curian pelaku

“Pelaku ini tertangkap basah oleh warga karena ketahuan mengambil pagar rumah dan mesin popa air,”ujarnya saat ditemui di Polsek IT II, Kamis (17/9/2020).

Tidak hanya itu pelaku sempat juga bertengkar dengan warga namun akhirnya berhasil diamankan warga. Pelaku juga didapati membawa senjata tajam jenis pisau.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. Sementara itu barang bukti berupa dua buah pagar dan satu teralis pompa air serta senjata tajam yang digunakannya berhasil diamankan Polsek Ilir Timur 2,” ungkap Kanit.

Sementara itu, Pria yang kesehariannya bekerja sebagai pencari barang bekas mengakui perbuatan dengan alasan terpaksa karena untuk biaya berobat istrinya yang sudah lumpuh selama dua tahun.

Aku nyari burukan (barang bekas, red) Pak, liat kondisi di situ sepi jadi timbul niat nak ngangkut pagar besi itu. Aku pakai obeng untuk merusak engsel pintunya,” ujar Pelaku.

Kemudian dirinya mengangkut pagar besi tersebut ke gerobak dan di situlah warga meneriakinya.

Dirinya mengatakan, uang hasil penjualan barang curian itu rencananya akan digunakan untuk keperluan sehari-hari dan pengobatan sang istri.

Biaso aku jual di Pasar Cinde tulah, sekilo Rp2.500. Duit tuh rencanonyo untuk berobat bini aku yang lagi sakit lumpuh. Anak aku 2 orang pak, sehari kadang dapet duit Rp30 ribu sampai Rp50 ribu,” urainya.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.