Palembang, sumselupdate.com – DPRD Sumsel khususnya Komisi II DPRD Sumsel kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait ketersedian beras di sejumlah gudang Bulog. Kali ini sidak dilakukan di gudang Bulog yang berada di kota Kayu Agung, OKI.
Dari hasil sidak, kekecewaan pun muncul dari sejumlah anggota Komisi II DPRD Sumsel. Pihaknya menemukan tidak ada stok beras di gudang Bulog. Padahal ketersediaan beras sangat penting untuk kebutuhan beras di daerah tersebut.
“Kami sangat sayangkan di gudang tersebut tidak ada beras. Padahal ketersediaan beras sangat penting,” ungkap Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumsel, Sujarwoto usai melakukan sidak di gudang Bulog kota Kayu Agung, Selasa (29/1/2019).
Dikatakan Sujarwoto, dari hasil temuan tersebut pihak Bulog menyatakan bahwa kekosongan tersebut dikarenakan bulan depan petani akan melakukan panen padi.
Pihak Bulog akan kembali mengisi stok beras di gudang dengan membeli hasil panen nantinya.
“Meskipun bulan depan panen dan Bulog akan menampung beras dari petani tapi Bulog tetap harus menyediakan beras di gudang,” kata politikus Gerindra ini.
Karena, lanjut Sujarwoto, jika suatu saat daerah tersebut terkena bencana maka masyarakat sangat membutuhkan beras untuk makan.
Sehingga sudah seharusnya beras itu selalu tersedia di gudang-gudang Bulog karena berasa kebutuhan pokok bagi masyarakat.
“Ya harus tersedia paling tidak 10 ton, hal ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” ujar dia.
Oleh karena itu, menurut Sujarwota, ke depan pihaknya meminta kepada Bulog apa yang ditemukan dari sidak menjadi bahan evaluasi sehingga hal seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari.
“Pada tahun lalu kita temukan beras di OKU Timur kadaluarsa karena tidak terdistribusi tepat waktu, sehingga beras itu menjadi kerugian bagi Bulog sendiri,” pungkasnya. (mor)











