Laporan Rahmat Agusman
Martapura, Sumselupdate.com – Puluhan kader dan simpatisan dari PDI Perjuangan Kabupaten OKU Timur mendatangi Mapolres OKU Timur, Senin, (29/6/2020).
Aksi mereka merupakan buntut dari pembakaran bendera PDIP yang dilakukan oleh oknum dalam aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI beberapa waktu lalu.
Terlihat para kader dan simpatisan dari partai berlambang banteng tersebut mendatangi Mapolres OKU Timur dengan membawa beberapa atribut berupa bendera dan mulai menemui Kapolres OKU Timur untuk audiensi.
Ketua DPC PDIP Kabupaten OKU Timur, HA Syarnubi, SP, MM saat dibincangi awak media mengatakan, jika dirinya bersama kader PDIP OKU Timur lainnya mendatangi Mapolres untuk menyatakan sikap dan dukungan terhadap Polri agar mengusut tuntas terkait peristiwa pelecehan tersebut.
“Kami minta Kapolres OKU Timur untuk menyampaikan kepada Kapolri untuk mengusut tuntas peristiwa pelecehan itu, karena kami merasa terhina dan terinjak-injak dengan insiden pembakaran tersebut, sebab lambang itu merupakan lambang kehormatan yang harus dijaga,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan jika hari ini merupakan aksi yang dilakukan secara serentak di tujuh belas kabupaten/kota se Provinsi Sumatera Selatan.
Selain itu juga terkait isu jika anggota PDIP disusupi PKI, dengan tegas Syarnubi membantahnya.
“Isu yang disebarkan oleh oknum tentang adanya PKI didalam kader PDIP tidak akan membuat kami kecil, mereka hanya menyamakan lambang partai kami dengan lambang PKI, seolah-olah bahwa kami ini PKI, justru kamilah yang siap menghancurkan PKI,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Kapolres OKUT AKBP Erlin Tangjaya, SH, SIk melalui Kasat Intel Iptu Mukhlis, SH, MH menjelaskan, jika kedatangan para kader PDIP OKU Timur ini hanya untuk memberi pernyataan dukungan kepada aparat Polria, khususnya untuk Polres OKU Timur supaya cepat dalam menuntaskan insiden pembakaran bendera partai PDIP yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Kami menerima kedatangan para kader PDIP OKU Timur ke Mapolres OKU Timur ini, kedatangan mereka tidak lain untuk menyatakan sikap dan dukungan, tidak ada tuntutan lain,” tukasnya. (**)











