Belum Genap 2 Bulan Menikah, Dimas Asal Pagaralam Jadi Korban Ledakan Kapal di Batam

Writer: - Jumat, 17 Oktober 2025
Dimas Saputra semasa hidup. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Pagaralam, Sumselupdate.com – Suasana duka menyelimuti Desa Tinggihari, Kota Pagaralam, Jumat (17/10/2025).

Tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah Dimas Saputra bin Edi Purwanto tiba di rumah duka. Pemuda berusia 27 tahun itu menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam insiden ledakan kapal MT Federal II di galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, pada Rabu (15/10/2025) dinihari.

Read More

Dimas, anak laki-laki satu-satunya dari pasangan petani sederhana di Desa Tinggihari, dikenal sebagai sosok periang dan santun.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terlebih karena baru dua bulan lalu ia melangsungkan pernikahan.

“Kami sangat terpukul, karena belum genap dua bulan Dimas menikah. Rasanya seperti mimpi mendengar kabar duka ini,” ujar Nurhidaya, kakak sepupu almarhum, dengan suara bergetar saat ditemui di rumah duka.

Dimas Saputra semasa hidup. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Dimas merantau ke Batam dua tahun lalu untuk bekerja di sektor galangan kapal. Ia sempat pulang ke kampung halaman pada 11 September 2025 untuk berpamitan kepada keluarga sekaligus melangsungkan ijab kabul pada 15 September 2025.

Usai resepsi, ia kembali ke Batam sehari kemudian dengan harapan bisa menata masa depan bersama sang istri.

Namun, takdir berkata lain. Sekitar pukul 04.00 WIB, Rabu (15/10/2025), kapal MT Federal II yang tengah diperbaiki di PT ASL Shipyard mengalami kebakaran dan ledakan hebat.

Peristiwa tersebut menelan sedikitnya 11 korban jiwa dan melukai 18 pekerja lainnya, termasuk Dimas.

Daftar nama korban insiden ledakan kapal MT Federal II di galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, pada Rabu (15/10/2025) dinihari. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

“Dimas itu anaknya baik, sopan sama orang tua, dan jarang marah. Waktu terakhir pulang, dia sempat memeluk ayahnya lama sekali, seolah sudah pamit untuk selamanya,” kenang Nurhidaya sambil menahan tangis.

Jenazah Dimas dipulangkan bersama korban lainnya ke kampung halaman masing-masing. Di Pagaralam, prosesi pemakaman berlangsung khidmat.

Jenazah dishalatkan di Masjid Al-Muttaqin Desa Tinggihari, lalu dimakamkan di TPU desa setempat pada Jumat sore.

Bagi keluarga, kepergian Dimas bukan hanya kehilangan seorang anak dan suami, tetapi juga kehilangan harapan masa depan yang baru dirintis.

Meski duka mendalam masih terasa, keluarga berusaha ikhlas melepas kepergian sang buah hati.

“Kami cuma bisa mendoakan, semoga Dimas tenang di sisi Allah dan semua amal baiknya diterima,” tutup Nurhidaya dengan mata berkaca-kaca.

(**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts