Madinah, Sumselupdate.com – Sejauh ini belum ditemukan masalah gangguan kesehatan yang serius pada jamaah calon haji (JCH) asal Sumatera Selatan. Meski demikian, jamaah tetap diimbau untuk menjaga kesehatannya.
Hal tersebut disampaikan tim kesehatan Kloter 12 Embarkasi Palembang saat rapat koordinasi dengan Kepala Sektor 4 Madinah dan Pengurus Kloter 12 di Hotel Taib Aldeafah, Selasa (23/7/2019).
“Alhamdulillah, dari data yang masuk diketahui bahwa kondisi kesehatan jamaah calon haji kita secara umum baik. Belum ada gangguan kesehatan kategori serius dan kita berdoa jangan sampai terjadi,” ujar dr Icon Horizon Sultan.
Dia menambahkan, selama ini baru ditemukan gangguan kesehatan ringan pada jamaah yang saat ini masih berada di Kota Madinah dan masuk gelombang 1 ini.
“Ada sedikit jamaah yang terkena batuk, pilek, atau telapak kaki melepuh akibat terkena lantai atau aspal yang terpapar terik matahari,” tambahnya.
Semua keluhan kesehatan itu, lanjutnya, sejauh ini masih mampu ditangani oleh tim medis kloter dengan baik. Pasien tersebut pun sudah pulih dan dapat beraktivitas ibadah seperti biasa.
Hanya saja dia kembali mengingatkan agar setiap jamaah jangan sampai kekurangan cairan.
“Cuaca di sini sangat panas, rata-rata mencapai 42 hingga 45 derajat celcius. Jika sampai kurang cairan, dampaknya bisa dehidrasi dan pernah dialami oleh salah satu jamaah”, terangnya.
Disinggung masalah ketersediaan sarana dan obat-obatan, dokter yang juga PNS di Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel ini menegaskan bahwa semuanya cukup memadai.
Sementara dalam kesempatan yang sama, Kepala Sektor 4 Madinah, KH Aff Al Mubarak mengingatkan agar para para petugas kloter, termasuk tim medis dan ketua regu (karu) atau ketua rombongan (karom) dapat memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jamaah dengan baik.
“Selain soal bagaimana jamaah bisa menjalankan rukun dan wajib haji dengan tertib, para petugas juga harus berkomitmen tinggi dalam melayani jamaah dan di dalamnya salah satunya soal kesehatan jamaah,” ujar Al Mubarak.
Menurutnya, komitmen ini tidak saja berlaku ketika jamaah berada di Madinah. Tetapi lebih utama lagi saat berada di Mekkah nanti, dimana di sana akan berlangsung semua prosesi ibadah haji bahkan dalam kondisi yang lebih kompleks. (shn)











