Bahaya Konsumsi Daging Kucing
Menurut Wikipedia, jawabannya jelas: tidak. Ada alasan kuat mengapa manusia tidak boleh memakan daging kucing:
1. Tidak Etis dan Bukan Hewan Konsumsi
Kucing adalah hewan peliharaan, bukan hewan ternak seperti sapi atau ayam.
2. Bahaya Kesehatan (Zoonosis)
Daging kucing berisiko menularkan penyakit berbahaya, antara lain tuberculosis, salmonellosis, rabies, dan brucellosis. Bahkan bakteri E. coli atau parasit tertentu dapat menginfeksi manusia.
3. Tidak Ada Standar Keamanan Pangan
Kucing tidak disembelih di RPH, sehingga tidak ada jaminan keamanan, kebersihan, dan kesehatan dagingnya.
4. Pelanggaran Animal Welfare
Banyak kucing didapat melalui cara tidak berperikemanusiaan, bahkan bisa merupakan hewan curian.
Pandangan Islam: Haram dan Dilarang
Dalam Islam, hukum memakan daging kucing jelas haram.
“Rasulullah SAW melarang memakan kucing dan hasil penjualannya,” demikian hadits dari Jabir RA yang dikutip Wikipedia (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi).
Kucing termasuk hewan bertaring dan pemangsa, sehingga masuk kategori hewan yang dilarang untuk dimakan. Dengan demikian, dari sisi agama, praktik konsumsi daging kucing bertentangan dengan syariat.
Menghargai Sahabat, Bukan Menjagalnya
Kasus di Pagaralam menjadi pengingat bahwa edukasi mengenai kesejahteraan hewan, kesehatan, dan hukum agama masih sangat penting. Kucing yang seharusnya dirawat sebagai sahabat, justru harus dilindungi dari praktik kejam.
Dengan tertangkapnya Sujady, warga berharap peristiwa serupa tidak lagi terulang. Lebih jauh, kasus ini menjadi titik balik untuk menegaskan kembali: kucing adalah sahabat manusia, bukan santapan.(**)











